42 Desa di Banyumas Jadi Percontohan Program Kecamatan Berdaya Tanaman Cabai
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemkab Banyumas terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Melalui program Taruna Karya Mandiri menuju Kecamatan Berdaya, sebanyak 42 desa di empat kecamatan, yaitu Baturraden, Sumbang, Sumpiuh, dan Cilongok, kini menjadi lokasi pilot project penanaman cabai yang digerakkan oleh kaum zilenial.
Program yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas ini merupakan bentuk dukungan terhadap program “Kecamatan Berdaya” yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah.
“Setiap desa mendapat lahan seluas 500 meter persegi untuk budidaya cabai. Ada 10 desa di Kecamatan Sumbang, Sumpiuh, dan Cilongok, serta 12 desa di Baturraden. Total 42 desa menjadi percontohan,” terang Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinpertan KP Banyumas, Iin Dwi Sulistyatik, Selasa 914/10/2025).
Keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi lintas sektor. Dinpertan KP Banyumas menggandeng Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Baznas Banyumas, dan Pupuk Indonesia untuk memastikan dukungan menyeluruh terhadap petani zilenial ini, mulai dari penyediaan sarana produksi, pelatihan, hingga pendampingan kelembagaan.
“Lahan yang digunakan bisa milik desa, pemkab, atau perorangan, asalkan disediakan tanpa biaya sewa. Bibit cabai disokong oleh Baznas, masing-masing desa mendapat 1.000 bibit. Sedangkan pupuk disiapkan oleh Pupuk Indonesia,” jelas Iin.
Sementara itu, BI Purwokerto aktif memberikan pelatihan dan pendampingan teknis dari sisi kelembagaan, agar para petani muda mampu mengelola budidaya secara modern dan berkelanjutan.

Upaya Nyata Kendalikan Inflasi
Peluncuran pertama program ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Tani di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang. Kini seluruh desa peserta sudah memulai penanaman cabai.
Panen raya dijadwalkan berlangsung sekitar 95 hari setelah tanam, bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Momentum ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga cabai dan mengendalikan inflasi pangan menjelang akhir tahun.
Tak berhenti di tahap penanaman, Dinpertan KP juga memberikan pendampingan intensif melalui penyuluh pertanian yang rutin memantau perkembangan tanaman di lapangan.
“Setiap dua minggu sekali, kami melakukan monitoring melalui Zoom Meeting untuk mengevaluasi pertumbuhan cabai dan mendengar langsung kendala dari para petani muda,” tambah Iin.

Membangun Kemandirian Petani Zilenial
Program Kecamatan Berdaya ini menjadi wadah bagi generasi muda Banyumas untuk ikut berkontribusi pada sektor pertanian. Selain menanam cabai, mereka juga belajar manajemen usaha tani, pengelolaan hasil panen, hingga strategi pemasaran.
“Pendampingan akan terus dilakukan sampai ke tahap penjualan hasil panen, sehingga para petani muda bisa benar-benar mandiri dan berdaya saing,” pungkas Iin.
Melalui program ini, Banyumas tak hanya berupaya menciptakan desa tangguh pangan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha agrikultur di kalangan muda. Dengan kolaborasi yang solid dan semangat inovasi, sektor pertanian Banyumas kian siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Comments are closed.