Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Museum Batik Pekalongan Jadi Kelas Belajar Budaya, Para Siswa SD Antusias Kenali Warisan Nusantara

METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Museum Batik Pekalongan kembali menjadi destinasi favorit bagi pelajar yang ingin belajar langsung tentang kekayaan budaya Indonesia. Baru-baru ini, rombongan siswa SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal mengunjungi museum tersebut dalam kegiatan outing class. 

Kegiatan belajar luar kelas itu bukan sekadar wisata, melainkan upaya memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa sejak usia dini. Begitu memasuki area museum, para siswa tampak antusias menyaksikan aneka koleksi batik dari berbagai daerah di Nusantara, mulai dari motif pesisir hingga batik klasik yang sarat makna filosofis.

Tak hanya melihat-lihat, mereka juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan batik tradisional,  mulai dari mencanting, pewarnaan, hingga pengeringan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata yang sulit didapat di dalam ruang kelas.

Guru pendamping, Ayu mengatakan, kegiatan outing class ini bertujuan agar anak-anak lebih mengenal batik dan bangga mengenakannya.

“Sekarang banyak anak yang jarang memakai batik. Kami ingin setelah pulang dari sini, mereka bisa lebih mencintai batik sebagai identitas bangsa,” ujarnya.

Menurut Ayu, museum merupakan media belajar yang efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan apresiasi terhadap budaya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan kedekatan dengan tradisi lokal.

“Anak-anak sering menganggap museum itu kuno, tapi setelah melihat proses membatik dan berbagai motif yang indah, mereka jadi lebih tertarik,” tambahnya.

Sementara itu, Gezi Ilham Ramadhan, siswa kelas 5 yang ikut dalam rombongan, mengaku senang bisa belajar langsung tentang batik.

“Ini pertama kali saya ke museum. Ternyata seru, bisa lihat macam-macam motif dan tahu bagaimana cara batik dibuat. Saya ingin datang lagi,” katanya penuh semangat.

Kepala Museum Batik Pekalongan sebelumnya juga mendorong sekolah-sekolah untuk memanfaatkan museum sebagai sarana pendidikan budaya. Melalui kunjungan seperti ini, siswa tidak hanya belajar tentang sejarah batik, tetapi juga memahami nilai kerja keras, kreativitas, dan cinta tanah air yang terkandung dalam setiap helai kain batik.

Kunjungan edukatif semacam ini menjadi bukti bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang hidup yang mampu menanamkan kebanggaan terhadap warisan bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya modern.

Comments are closed.