Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Musim Hujan, Petani Ngluwar Ramai-ramai Buru Bibit Sayur dan Buah

METROJATENG.COM, MAGELANG – Menjelang musim hujan akhir tahun 2025, geliat pertanian di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, kembali meningkat. Permintaan bibit tanaman buah dan sayuran melonjak tajam. Dari cabai, tomat, terong, hingga pepaya dan semangka, semuanya diburu petani yang bersiap menanam di lahan pascapanen padi.

Suparman, pemilik sentra bibit Tani Unggul Ngluwar, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Setiap hari ia bisa menjual antara 30 hingga 50 kotak bibit tanaman, dengan setiap kotak berisi 400 pohon muda.

“Kalau dihitung, sehari bisa keluar antara 12.000 sampai 20.000 bibit. Yang paling laris tentu saja cabai rawit dan cabai keriting. Harga satu bibit sekitar Rp150,” tuturnya.

Selain cabai, bibit tomat, terong hijau dan ungu juga banyak dibeli petani dari Ngluwar dan kecamatan sekitar seperti Salam. Ia menuturkan, harga bibit tergantung jenis dan usia tanamannya, mulai Rp110 per pohon untuk terong, Rp150 untuk tomat, hingga Rp2.500 untuk pepaya California.

Di lapaknya, Suparman juga menyediakan bibit sayuran lain seperti jahe, sawi, bayam, dan kubis. Tak hanya itu, pupuk dan obat tanaman juga lengkap tersedia untuk kebutuhan petani.

Salah satu pembeli, Rosidi, petani asal Desa Bligo, mengaku membeli 100 bibit cabai rawit untuk ditanam di sawah yang baru dipanen padi. Menurutnya, pergantian jenis tanaman penting untuk menjaga kesuburan tanah.

“Kalau terus padi, tanahnya bisa jenuh. Selain itu, akhir tahun biasanya harga cabai naik, jadi ini waktu yang pas untuk menanam,” kata Rosidi optimistis.

Musim tanam baru dan harapan akan harga panen yang baik, menjadi penyemangat bagi para petani di Ngluwar untuk menghadapi musim hujan.

Comments are closed.