METROJATENG.COM, SEMARANG- Upaya mengembalikan kejayaan Pasar Johar sebagai ikon perdagangan Kota Semarang terus digencarkan. Meski sempat sepi pascaperistiwa kebakaran beberapa tahun lalu, pemerintah kini fokus membenahi infrastruktur agar denyut ekonomi di pusat pasar tradisional tersebut kembali hidup.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menegaskan pihaknya memiliki peran penting dalam menyediakan sarana pendukung, terutama akses jalan. Langkah ini diharapkan mampu memudahkan aktivitas keluar masuk pasar, sekaligus menarik lebih banyak pengunjung.
“Kalau pasar itu sebetulnya yang mengurus bangunannya adalah Dinas Tata Ruang. DPU hanya terkait dengan infrastruktur jalan industrinya. Sekarang kita fokus mengoptimalkan Pasar Johar supaya bisa kembali ramai,” ujarnya saat ditemui di Aula Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sabtu (27/9).
Selain perbaikan jalan, Pemkot Semarang juga tengah menggodok program yang digagas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, yakni penataan pedagang kaki lima (PKL) agar bisa berjualan di dalam area pasar.
“Kalau PKL bisa masuk ke dalam, suasana pasar tentu lebih hidup. Masyarakat juga lebih nyaman untuk berbelanja,” imbuhnya.
Menurut Suwarto, kondisi Pasar Johar kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Penataan di kawasan bawah alun-alun, Johar Selatan, hingga Johar Utara telah berjalan lebih baik. Namun, persoalan akses masuk yang relatif sempit masih menjadi pekerjaan rumah.
“Kalau untuk pelebaran belum ada rencana. Tapi kita lakukan peningkatan akses, salah satunya melalui betonisasi di Pedamaran. Depan Masjid Kauman sampai Keranggan juga sudah kita benahi. Tinggal akses-akses kecil yang perlu ditata ulang,” jelasnya.
Tak hanya soal infrastruktur, Suwarto menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar. Baginya, faktor ini akan sangat menentukan kenyamanan pedagang maupun pembeli.
“Kalau pasar bersih, pedagang nyaman, pembeli juga betah. Itu yang sedang kita jaga bersama-sama,” tegasnya.
Dengan langkah perbaikan yang dilakukan secara bertahap, Pemkot Semarang berharap Pasar Johar kembali menjadi pusat perdagangan tradisional yang modern, tertata, dan tetap mempertahankan identitas sejarahnya. (Adv)
Comments are closed.