Senyum Eprisa di Hari Wisuda, Rektor UMP Tawarkan Magang Kerja Untuk Mahasiswa Difabel Cumlaude Ini
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Senyum bahagia menghiasi wajah Eprisa Nova Rahmawati saat mengikuti wisuda Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (20/9/2025). Di balik keterbatasan fisik yang dimilikinya, mahasiswi Teknik Informatika ini berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,7 tahun dengan predikat cumlaude.
Kisah perjuangan Eprisa yang penuh inspirasi mendapat perhatian khusus dari Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso. Dalam momen wisuda itu, rektor langsung menawarkannya kesempatan magang kerja di lingkungan kampus.
“Eprisa adalah contoh nyata kegigihan dan semangat pantang menyerah,” ujar Prof. Jebul.
Suasana wisuda sempat haru ketika panitia menayangkan video perjalanan Eprisa menempuh pendidikan. Dukungan penuh datang dari pihak kampus, dosen, teman-teman, hingga kedua orang tuanya.
Eprisa mengaku sempat mengalami masa sulit ketika divonis mengalami penyumbatan sum-sum tulang belakang sejak duduk di bangku SMP. Kondisi itu sempat membuatnya tertutup dan kehilangan rasa percaya diri.
Namun semangatnya kembali bangkit ketika mendapat kunjungan langsung dari Rektor UMP yang sekaligus memberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliah. “Awalnya saya khawatir tidak bisa mengikuti aktivitas kuliah dengan baik. Tapi ternyata lingkungan UMP sangat ramah bagi difabel. Semua memberikan dukungan luar biasa,” ungkap putri pasangan Slamet Riyadi dan Sulasih ini.
Ia juga bercerita bagaimana dosen dan teman-teman selalu sigap membantunya, mulai dari memberikan kemudahan mengikuti kuliah online saat hujan, hingga membantu mendorong kursi roda ketika diperlukan.

Tawarkan Magang Kerja
Sementara itu, Rektor UMP, Prof. Dr Jebul Suroso langsung menawarkan magang kerja di UMP kepada Eprisa. Rektor UMP mengaku sangat terkesan dengan perjuangan dan kegigihan Eprisa selama kuliah. Tak hanya itu, Eprisa juga memiliki bakat melukis dan bersamaan dengan momen wisuda ini, UMP memfasilitasi pameran lukisan Eprisa.
“Ada 20 karya Eprisa yang dipamerkan. Selain pandai di akademik, Eprisa juga mempunyai bakat melukis. Ini mengajarkan pada kita semua, bahwa semua orang memiliki keistimewaan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Rektor UMP juga menekankan kembali UMP sebagai sebuah kampus yang universal. Semua perbedaan bisa terima dengan baik, mulai dari perpedaan keyakinan, hingga perbedaan fisik. Sehingga semua merasa nyaman di UMP.
“Ini membuktikan bahwa setiap orang memiliki keistimewaan. UMP sebagai kampus universal selalu terbuka terhadap perbedaan, baik keyakinan maupun kondisi fisik, sehingga semua bisa merasa nyaman,” tutur Prof. Jebul.
Kisah Eprisa menjadi inspirasi, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan dukungan yang tepat, semangat belajar, dan lingkungan yang inklusif, semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi.
Comments are closed.