Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

30 Pendamping Koperasi Merah Putih Mulai Bertugas di Rembang

METROJATENG.COM, REMBANG – Program penguatan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Rembang mulai bergulir. Sebanyak 30 tenaga pendamping resmi diterjunkan ke lapangan untuk membantu koperasi di berbagai desa agar mampu beroperasi, tumbuh, dan berkembang secara mandiri.

Pendamping tersebut terdiri dari dua Project Management Officer (PMO) dan 28 Business Assistant (BA). Mereka direkrut melalui seleksi nasional oleh Kementerian Koperasi dan UKM, dan mendapatkan honorarium yang bersumber dari APBN, bukan dari dana daerah (APBD).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengatakan para pendamping mulai aktif bekerja sejak 3 Oktober 2025. Setiap pendamping bertugas mendampingi sekitar 10 hingga 11 Koperasi Merah Putih di sejumlah desa atau kelurahan yang telah ditetapkan oleh kementerian.

“Mereka ditempatkan di 10–11 desa sesuai surat keputusan dari Kementerian. Jadi kami di daerah tidak lagi menentukan wilayahnya,” ujar Mahfudz, Senin (13/10/2025).

Namun, lanjutnya, penetapan wilayah dari pusat menyebabkan sebagian pendamping harus bekerja lintas kecamatan. Bahkan ada yang mendampingi koperasi di hingga empat kecamatan sekaligus.

“Ini menjadi tantangan tersendiri. Meskipun wilayahnya tersebar, kami berharap para pendamping tetap bekerja optimal di lapangan,” tambahnya.

Mahfudz menegaskan, tugas para pendamping bukan hanya memberikan pembinaan administratif dan manajerial, tetapi juga memastikan koperasi mampu menjalankan usaha produktif yang berkelanjutan. Karena itu, ia menuntut dedikasi tinggi dari seluruh tenaga pendamping.

“Mereka harus siap setiap saat, bukan hanya di jam kerja. Ketika ada musyawarah desa malam hari, misalnya, pendamping wajib hadir agar kegiatan koperasi berjalan lancar,” tegasnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap kehadiran Koperasi Merah Putih dapat memperkuat ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, dan menjadi model koperasi modern yang mandiri di Rembang.

Comments are closed.