Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Setya Arinugroho: APBD Perubahan 2025 Jadi Momentum Wujudkan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pengentasan Kemiskinan

METROJATENG.COM, SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan bahwa APBD Perubahan 2025 akan difokuskan pada tiga sektor strategis yang paling dibutuhkan masyarakat, yakni infrastruktur, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, arah kebijakan ini bukan hanya soal hitung-hitungan anggaran, melainkan bagian dari tanggung jawab moral DPRD dalam memastikan kesejahteraan warga Jawa Tengah semakin merata.

“APBD Perubahan adalah momentum strategis untuk melanjutkan pemulihan sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur, kesehatan, dan kemiskinan menjadi prioritas agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” kata Setya Ari.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan, bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah konkret untuk membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi salah satu prioritas yang diyakini mampu menyentuh masyarakat paling rentan.

“Kami ingin memastikan bahwa perubahan anggaran ini menyentuh langsung mereka yang paling membutuhkan. Rumah layak huni adalah hak dasar setiap warga, dan ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tegasnya.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho memberikan tanggapan atas kenaikan tarif tol. (Foto : Dok. DPRD Jateng).

Perlindungan Sosial dan Subsidi

Selain RTLH, DPRD juga mendorong penguatan perlindungan sosial dan subsidi bagi keluarga prasejahtera. Menurut Setya Ari, APBD harus benar-benar berpihak pada kelompok masyarakat yang masih berjuang keluar dari jerat kemiskinan.

“Pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan program jangka pendek. Harus ada dukungan berkelanjutan yang membuat masyarakat berdaya dan mandiri,” imbuhnya.

Di sektor kesehatan, Wakil Ketua DPRD Jateng ini menekankan pentingnya memperluas layanan dasar. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat desa hingga layanan rujukan, semuanya harus mendapat perhatian lebih.

“Investasi pada kesehatan bukan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing. Sehat adalah kunci untuk maju,” ucapnya.

Berdasarkan struktur APBD Perubahan 2025, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp24,57 triliun, sementara belanja mencapai Rp25,15 triliun. Defisit sekitar Rp577 miliar akan ditutup melalui pembiayaan yang telah disiapkan.

DPRD Jateng mendorong tiga langkah strategis agar pelaksanaan APBD lebih tepat sasaran:

  1. Sinergi lintas tingkatan pemerintahan, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota.

  2. Perluasan partisipasi masyarakat dalam pengawasan program agar transparansi terjaga.

  3. Penguatan data dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas program.

Setya Ari menegaskan, DPRD Jawa Tengah akan terus mendorong agar APBD Perubahan 2025 benar-benar menjadi instrumen nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan sinergi yang baik, ia optimistis target penurunan angka kemiskinan bisa tercapai.

“Kami ingin memastikan APBD hadir di tengah rakyat. Dengan kerja bersama, saya yakin kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah akan semakin merata,” pungkasnya.

Comments are closed.