METROJATENG.COM, TEMANGGUNG – Upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat terus dilakukan pemerintah. Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tahun ini menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 407 rumah. Bantuan ini berasal dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung, Wirawan, menjelaskan bahwa program BSPS ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni agar bisa memperbaiki atau membangun rumah yang lebih layak.
“Dari total 407 unit, sebanyak 300 rumah merupakan aspirasi Komisi IV DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto melalui Kementerian PKP, sementara 107 rumah lainnya berasal dari program Kemensos,” jelasnnya.
Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan senilai Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli material bangunan serta upah tukang, dengan mekanisme swakelola sehingga masyarakat turut berperan aktif dalam memperbaiki rumah mereka.
Selain menyasar masyarakat umum, bantuan dari Kemensos memiliki fokus khusus, yakni mendukung keberlangsungan pendidikan siswa di Sekolah Rakyat Temanggung. Sekolah ini menampung sekitar 125 siswa yang saat ini bersekolah di Sentra Terpadu Kartini.
“Kalau ada rumah orang tua siswa yang rusak, mereka bisa mendapatkan prioritas bantuan dari Kemensos. Dengan begitu, kondisi rumah yang layak diharapkan mampu menunjang kenyamanan anak-anak dalam menempuh pendidikan,” jelas Wirawan.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Dinas Sosial akan terus berkoordinasi agar penyaluran bantuan tepat sasaran. “Jangan sampai ada orang tua siswa yang rumahnya rusak tetapi luput dari perhatian,” tegasnya.
Tersebar di 28 Desa
Untuk program BSPS dari Kementerian PKP, saat ini tengah berjalan proses perbaikan rumah di lapangan. Setidaknya, 300 unit rumah sedang dikerjakan di 28 desa di Kabupaten Temanggung. Proses ini diperkirakan berlangsung hingga empat bulan ke depan.
Dengan adanya bantuan ini, pemerintah daerah berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. “Hunian yang layak bukan hanya tentang tempat tinggal, tetapi juga menjadi pondasi kesejahteraan keluarga, termasuk mendukung pendidikan dan kesehatan masyarakat,” pungkas Wirawan.
Program BSPS sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi angka rumah tidak layak huni di Indonesia. Dengan sinergi lintas kementerian, DPR, dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak masyarakat kecil yang bisa menikmati rumah yang sehat dan nyaman.
Comments are closed.