Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kultur Pendidikan Politik Harus Dibangun, Tak Hanya Jelang Pilkada

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Baru-baru ini, Ikatan Alumni FISIP Unsoed (Ikafu) menggelar talkshow dengan mengundang para bakal calon bupati maupun wakil bupati Banyumas yang sudah mendaftar ke partai politik. Namun dari belasan bakal calon yang ada, hanya lima orang yang hadir dan beradu gagasan di kampus.

Dosen FISIP Unsoed, Dr. Indaru Setyo Nurprojo SIP, M.A mengatakan, acara diskusi ataupun adu gagasan belum menjadi agenda yang dianggap penting bagi para bakal calon. Padahal agenda tersebut menjadi tempat pendidikan politik yang akan mampu meningkatkan kualitas pilkada.

“Bagi sebagian calon, kemungkinan masih menganggap butuh energi khusus untuk masuk ke kampus, sekalipun acara dikemas dengan sederhana dan santai”, jelasnya.

Sementara, saat ini para bakal calon masih fokus meningkatkan popularitas sebagai upaya untuk mendapatkan rekomendasi. Para bakal calon lebih memilih cara-cara simpel untuk meningkatkan popularitas, yaitu dengan memasang atribut bergambar dirinya di berbagai lokasi strategis. Dan pemaparan ide atau gagasan menjadi terpinggirkan.

Begitupun ketika rekomendasi sudah turun, pasangan calon beserta partai politik pengusung akan fokus untuk berkampanye. Mengumpulkan massa dalam jumlah besar, yang disertai dengan hiburan serta penuh yel-yel kemenangan akan mewarnai pertemuan terbuka ataupun tertutup para calon. Pada fase inipun, pemaparan gagasan kembali terpinggirkan.

“Pendidikan politik memang seharusnya dilakukan tidak hanya saat menjelang pilkada saja, namun secara berkala dan kontinyu. Toh parpol juga mendapatkan anggaran dari pemerintah, dimana salah satu penggunaannya adalah untuk pendidikan politik”, terangnya.

Pemaparan Program

Namun, lanjut Indaru, mendekati pelaksanaan pilkada, masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui gagasan para calon pemimpinnya. Sehingga ada proses pendidikan politik yang dilalui, sebelum mereka menentukan pilihan.

Indaru tidak menampik, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara juga melakukan sosialisasi pasangan calon setelah ditetapkan. KPU juga memaparkan visi-misi para pasangan calon. Namun tidak sampai kepada breakdown program-program.

“Selain memasang gambar dan lambang partai, penting bagi calon untuk memaparkan gagasan. Mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat, apa yang akan dilakukan selama 5 tahun ke depan, Sehingga pilkada mampu menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan menjadi problem solver bagi permasalahan di daerahnya”, ungkap alumni Ilmu Politik UGM ini.

Perguruan Tinggi, lanjutnya, juga harus turut serta membangun kultur pendidikan politik dalam setiap kontestasi. Sehingga tidak ada jarak antara gagasan kampus dengan fakta-fakta di lapangan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.