Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Early Bird vs Night Owl: Siapa yang Lebih Unggul Jalani Rutinitas?

METROJATENG.COM, SEMARANG – Apakah kamu tipe yang semangat berlari pagi sebelum matahari terbit, atau justru baru bisa fokus kerja ketika jam dinding menunjukkan lewat tengah malam? Pertarungan abadi antara “early bird” dan “night owl” rupanya masih jadi bahan perbincangan menarik.

“Early bird” atau morning person identik dengan orang yang bangun lebih awal, energinya meledak sejak pagi, hingga lebih mudah mengikuti ritme kerja sekolah maupun kantor yang umumnya berlangsung siang hari. Tak heran, mereka kerap digambarkan lebih stabil secara emosi dan punya waktu ekstra untuk berolahraga.

Namun, keunggulan itu dibayar dengan kelemahan: kantuk yang datang lebih cepat ketika sore menjelang. Mereka pun sering kesulitan jika harus ikut agenda malam hari.

Di sisi lain, ada kelompok “night owl” atau si “kalong”. Mereka justru menemukan puncak ide-ide kreatif di tengah malam—mulai dari penulis, desainer, hingga musisi. Saat dunia tertidur, otak mereka bekerja paling jernih. Sayangnya, pola hidup begadang sering membuat mereka sulit bangun pagi, melewatkan sarapan, hingga berisiko alami masalah kesehatan seperti diabetes atau depresi.

Lantas, mana yang lebih baik? Ternyata tidak ada jawaban pasti. Para ahli menyebut setiap orang memiliki ritme sirkadian, jam biologis yang berbeda-beda. Itulah yang menentukan apakah tubuh lebih produktif di pagi atau malam hari.

Artinya, tidak masalah menjadi early bird maupun night owl, selama mampu menjaga keseimbangan hidup: tidur cukup 7–9 jam, makan bergizi, rutin olahraga, serta mengelola stres dengan baik.

Jadi, pilihan ada di tanganmu, apakah kamu lebih nyaman memulai hari dengan segelas kopi pagi, atau justru menutup hari dengan secangkir kopi di tengah malam?

Comments are closed.