Kominfo Dorong Disabilitas Jadi Pelopor Inovasi di Era Digital
METROJATENG.COM, JAKARTA – Transformasi digital bukan hanya milik mereka yang dianggap “normal”. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa penyandang disabilitas pun memiliki ruang yang sama untuk berinovasi dan berkontribusi. Pesan itu diwujudkan lewat gelaran Kompetisi TIK Nasional bagi Penyandang Disabilitas 2025 yang berlangsung di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa inklusivitas adalah kunci agar teknologi benar-benar bermanfaat untuk semua.
“Teknologi adalah milik semua orang. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa menjadi penggerak bangsa di era digital,” ujarnya saat penganugerahan.
Menurut Meutya, sejarah dunia digital membuktikan hal itu. Ia menyinggung sosok Vint Cerf, penemu protokol TCP/IP yang menjadi pondasi internet, yang juga seorang penyandang tuli.
“Kisah Vint Cerf memberi pesan kuat: keterbatasan fisik tidak pernah menjadi batasan untuk mengubah arah dunia,” kata Meutya.
Tahun ini, lebih dari 2.600 peserta dari berbagai daerah ikut serta. Mereka beradu kreativitas di empat kategori, Content Creator, Digital Marketing, Digital Office, dan Digital Public Relation.
Kompetisi yang digelar dua tahunan oleh BAKTI Komdigi ini sekaligus menjadi simbol bahwa transformasi digital Indonesia bukan hanya agenda teknologi, melainkan gerakan sosial.
“Persatuan akan kuat bila semua elemen bangsa, termasuk saudara-saudara penyandang disabilitas, diberi ruang yang setara,” tambah Meutya.
Semangat inklusivitas ini juga sejalan dengan tema HUT ke-80 RI, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
Comments are closed.