Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Banyumas Siapkan “Kota Masa Depan” Pariwisata dan Pendidikan Jadi Andalan

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas bersiap melompat jauh ke depan lewat program Integrated City Planning (ICP) atau Perencanaan Kota Terpadu. Proyek ini digadang-gadang bakal mengubah wajah Purwokerto dan Kota Lama Banyumas menjadi kawasan modern sekaligus ramah lingkungan, dengan pariwisata dan pendidikan sebagai motor penggerak utamanya.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan ICP bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menciptakan kota yang nyaman dihuni sekaligus menarik bagi wisatawan dan pelajar.
“Banyumas punya dua andalan, pariwisata dan pendidikan. Kita ingin desain kota nanti benar-benar mendukung keduanya. Purwokerto diarahkan jadi pusat pendidikan, sementara kawasan Kota Lama Banyumas akan dipoles sebagai destinasi wisata,” ujar Sadewo optimistis.

Menariknya, hanya Banyumas yang mendapat dua lokasi ICP sekaligus. Targetnya, desain besar proyek ini rampung pada akhir 2025.

Dukungan datang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II, Airlangga M, menyebut timnya sedang menampung berbagai masukan, termasuk dari Pemkab Banyumas dan masyarakat.

“Desainnya kita kejar hingga Desember. Harapannya, nanti sudah ada hasil konkret yang bisa dilaporkan ke Pak Bupati,” katanya.

Terkait pendanaan, Airlangga menegaskan proyek ICP tak hanya mengandalkan APBN dan APBD. Skema baru tengah disiapkan, termasuk peluang keterlibatan badan usaha.

“Kalau dari APBN dan APBD saja pasti berat. Jadi kita dorong kolaborasi dengan sektor swasta, supaya ada sinergi,” tambahnya.

ICP Banyumas diharapkan tidak hanya menghadirkan wajah kota yang lebih indah, tapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan kekayaan wisata alam serta kehadiran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai pusat pendidikan, Banyumas berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih dari itu, program ini juga menekankan keberlanjutan, pembangunan dilakukan tanpa mengorbankan lingkungan dan tetap berpijak pada kearifan lokal.

“ICP ini bukan cuma soal gedung-gedung baru, tapi juga menjaga budaya dan alam Banyumas. Kita ingin kota yang modern, tapi tetap punya jiwa,” tegas Sadewo.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Banyumas optimistis bisa melahirkan “kota masa depan” yang bukan hanya membanggakan warganya, tapi juga menjadi magnet baru di Jawa Tengah.

Comments are closed.