Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tren Sehat: Lari Jadi Andalan Turunkan Berat Badan, Ini Tipsnya!

METROJATENG.COM, SEMARANG – Olahraga lari kini makin digandrungi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran sekaligus menurunkan berat badan. Kesannya sederhana, hanya butuh sepatu dan niat, namun cara melakukannya ternyata tidak bisa sembarangan jika ingin hasilnya maksimal.

Berlari bisa dilakukan di mana saja, di jalan raya, taman kota, bahkan di atas treadmill. Itulah yang membuatnya jadi pilihan olahraga paling praktis. Meski mudah, efektivitas lari untuk menurunkan berat badan sangat tergantung pada pola dan rutinitasnya.

Jika sebelumnya jarang bergerak lalu mulai rutin berlari, tubuh akan langsung membakar lebih banyak kalori. Tapi, jika sudah terbiasa, misalnya berlari tiga kilometer beberapa kali seminggu, berat badan cenderung akan stabil. Supaya lari benar-benar membantu menurunkan berat badan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Jaga pola makan

Jangan sampai rajin lari malah jadi alasan untuk makan berlebihan. Sebab, kalori yang terbakar biasanya lebih kecil dari yang dibayangkan, sekitar 100 kalori per mil. Setelah lari, keinginan menyantap makanan manis atau karbo tinggi memang normal, tapi tetap perlu dikendalikan.

2. Pilih gaya lari sesuai selera

Sprint bisa jadi pilihan karena membakar kalori lebih tinggi per menit. Namun bagi yang lebih suka joging santai, hasil tetap bisa diraih asalkan durasi diperpanjang. Menurut penelitian, pelari cenderung lebih banyak kehilangan berat badan dibanding pejalan kaki, berkat efek afterburn, tubuh tetap membakar kalori meski sudah berhenti bergerak.

3. Nikmati sensasi runner’s high

Selain menurunkan berat badan, lari juga bisa bikin bahagia. Penelitian menemukan bahwa saat berlari tubuh melepas zat endocannabinoids yang menimbulkan rasa euforia, biasa disebut runner’s high. Ada yang merasakannya sebagai kegembiraan luar biasa, ada pula yang sampai terharu.

4. Latihan kekuatan jangan dilupakan

Banyak yang mengira cukup berlari saja untuk kurus. Padahal, latihan beban juga penting. Otot yang lebih kuat tak hanya mengurangi risiko cedera, tetapi juga membantu membakar kalori lebih banyak bahkan saat istirahat.

5. Jangan lupa hidrasi

Segelas air sebelum lari bisa membantu tubuh tetap bugar sekaligus mencegah rasa lapar berlebihan setelah olahraga.

6. Coba lari sebelum sarapan

Beberapa studi menunjukkan, lari dalam kondisi perut kosong bisa membakar lemak dua kali lipat. Namun, disarankan tetap dengan intensitas ringan dan durasi singkat, maksimal 75 menit.

Kini, lari tak sekadar olahraga murah meriah, tapi juga gaya hidup sehat yang bisa membuat tubuh lebih ringan dan hati lebih gembira.

Comments are closed.