Dominasi Belum Tergoyahkan, Sytong Indonesia Kunci Juara Beregu Kejurnas Berburu Seri 3
METROJATENG.COM, SEMARANG – Konsistensi kembali menjadi kata kunci keberhasilan Team Sytong Indonesia. Dalam Kejuaraan Nasional Berburu Piala Ketua Umum Perbakin Seri 3 yang berlangsung pada 9–12 April 2026, tim ini sekali lagi membuktikan diri sebagai kekuatan yang sulit ditandingi dengan mempertahankan gelar juara pertama kategori beregu.
Di tengah persaingan ketat yang melibatkan hampir 1.000 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air, Sytong Indonesia tampil stabil dari awal hingga akhir. Raihan 175,15 poin menjadi penegasan bahwa kemenangan mereka bukan hasil sesaat, melainkan buah dari performa yang terjaga secara konsisten.
Di bawah koordinasi Rif’al Arief, tim yang diperkuat Kirno, A. Hendra Gunawan, dan Rangga Indra menunjukkan bahwa kekompakan dan disiplin adalah fondasi utama keberhasilan. Tidak hanya mengandalkan pengalaman, mereka juga mampu menjaga ritme permainan di setiap sesi perburuan.
“Yang kami jaga bukan hanya kemenangan, tapi konsistensi. Karena dari situlah kepercayaan diri tim terbentuk dan hasil bisa terus dipertahankan,” ujar Rif’al Arief.
Dijelaskan Rif’al Arief, kompetisi ini terbagi dalam tiga zona—Zona A (Sumatera dan Kalimantan), Zona B (Sulawesi, NTT, NTB, Maluku, Papua), dan Zona C (Jawa, Madura, Bali)—menuntut adaptasi tinggi dari setiap peserta. Namun, Sytong Indonesia mampu menjawab tantangan tersebut dengan performa yang tetap solid di berbagai kondisi lapangan.
“Mempertahankan gelar itu jauh lebih sulit dan menantang. Dibutuhkan disiplin, komunikasi, dan fokus yang tidak boleh kendur,” ujar Rif’al Arief.
Selain kategori beregu online berburu babi hutan, Kejurnas ini juga menghadirkan nomor individu offline safari berburu di Nusa Tenggara Barat. Panitia menyiapkan hadiah pembinaan yang kompetitif, dengan juara umum all zona meraih hingga Rp25 juta, serta kategori beregu online mencapai Rp20 juta untuk posisi teratas. Berbagai doorprize bernilai ratusan juta rupiah turut menambah daya tarik ajang ini.
Dukungan teknologi juga menjadi bagian dari konsistensi performa tim. Penggunaan perangkat thermal imaging dari mitra seperti Infiray dan Nocpix Indonesia membantu meningkatkan akurasi deteksi target, terutama dalam kondisi minim cahaya. Sementara dukungan perlengkapan dari BCKGuns turut menunjang kesiapan tim di lapangan.
Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurnas Berburu juga memiliki peran penting dalam pengendalian populasi babi hutan yang kerap merugikan petani. Penyelenggara pun menekankan praktik berburu yang etis, aman, dan sesuai regulasi.
Keberhasilan ini kembali menegaskan bahwa Sytong Indonesia bukan hanya tim juara, tetapi simbol konsistensi dalam dunia berburu nasional. Di saat banyak tim berusaha mengejar, Sytong justru terus menjaga standar tinggi—membuat mereka tetap berada di garis depan persaingan. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.