Dari Desa ke Rumah Sakit, JKN Hadir Lindungi Ibu Hamil hingga Bayi
METROJATENG.COM, MAGELANG – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Maya Susanti, mengingatkan masyarakat, terutama ibu hamil untuk memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif. Menurutnya, persalinan adalah kebutuhan yang pasti, namun sering datang tanpa diduga, sehingga perlindungan biaya kesehatan menjadi krusial.
“Dengan menjadi peserta aktif, masyarakat bisa merasa lebih tenang. Mari kita jaga keberlangsungan Program JKN dengan tertib membayar iuran,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Maya menjelaskan, layanan persalinan melalui JKN dapat diakses mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit, sesuai prosedur rujukan yang berlaku. Seluruh biaya tindakan medis, obat-obatan, dan perawatan ibu serta bayi ditanggung sepenuhnya sesuai ketentuan, tanpa beban biaya tambahan.
“Peserta bisa fokus pada pemulihan tanpa harus memikirkan biaya,” tegasnya.
Kisah Tri, Ibu Rumah Tangga yang Terselamatkan JKN
Manfaat JKN tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga hingga pelosok desa. Salah satunya dialami Tri Handayani, warga Depok Besaran, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.
Tri awalnya terdaftar sebagai peserta JKN melalui tempat kerjanya. Namun setelah berhenti bekerja, status kepesertaannya berubah dan ia harus memutuskan apakah akan tetap melanjutkan secara mandiri atau menunggu proses menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
Masalahnya, Tri sedang hamil dan waktu persalinan semakin dekat. “Kalau nunggu PBI, prosesnya lama. Karena sudah hamil besar, saya langsung daftar mandiri,” ujarnya.
Keputusan itu menjadi penyelamat. Dalam lima bulan terakhir, Tri menggunakan layanan JKN untuk persalinan dan beberapa kali berobat umum di RS Harapan, Magelang, semuanya tanpa biaya tambahan.
“Alhamdulillah, semua ditanggung. Sangat membantu, apalagi untuk kami yang tinggal di desa,” tuturnya lega.
Bagi Tri, JKN adalah bentuk perlindungan penting, bukan hanya saat sakit, tetapi juga untuk situasi darurat yang tak terduga. Ia berharap pelayanan JKN ke depan bisa lebih praktis, terutama untuk masyarakat desa yang belum terbiasa dengan sistem layanan digital.
“Sekarang sudah bagus, tapi kalau prosesnya lebih sederhana lagi, akan makin banyak yang terbantu,” pungkasnya.
Comments are closed.