Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Operasi Lilin Candi 2025, Polda Jateng Siagakan 27.971 Personel Jaga Keamanan Nataru

METROJATENG.COM, SEMARANG – Polda Jawa Tengah menyiapkan pengamanan menyeluruh menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025. Sebanyak 27.971 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, ibadah berjalan khusyuk, serta aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun berlangsung aman dan nyaman.

Operasi pengamanan tahun ini mengusung pendekatan baru yang tidak semata berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga menitikberatkan pada pelayanan publik yang humanis, keselamatan masyarakat, dan penciptaan suasana damai, khususnya di tempat ibadah dan kawasan wisata.

Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, menjelaskan bahwa kekuatan personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur. Rinciannya, 22.517 personel Polri, 1.235 personel TNI, serta 4.219 personel dari instansi terkait lainnya.

“Personel akan kami siagakan untuk mengamankan rangkaian ibadah Natal, perayaan Tahun Baru, serta mengawal kelancaran arus mudik dan balik masyarakat yang melintasi Jawa Tengah selama libur Nataru,” ujar Basya.

Dalam mendukung pengamanan di lapangan, Polda Jateng mendirikan 259 pos yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Pos tersebut terdiri atas 185 Pos Pengamanan, 48 Pos Pelayanan, dan 26 Pos Terpadu. Seluruh pos difungsikan sebagai pusat pengamanan, layanan masyarakat, serta sarana koordinasi lintas instansi selama operasi berlangsung.

Selain fokus pada aspek keamanan, Polda Jateng juga mengantisipasi potensi gangguan akibat bencana alam yang kerap meningkat pada musim penghujan. Untuk itu, dibentuk Pasukan Siaga Bhayangkara di 35 Polres jajaran dan empat satuan kerja Mapolda sebagai unit tanggap darurat.

Polda Jateng juga menerapkan sistem klasterisasi penanganan bencana berdasarkan tingkat kerawanan wilayah. Lima klaster yang disiapkan meliputi wilayah Gunung Slamet dengan potensi banjir dan longsor, Gunung Merapi dengan ancaman aktivitas vulkanik, Pegunungan Dieng yang rawan longsor, kawasan Pantai Selatan dengan potensi gempa megathrust dan angin kencang, serta Pantai Utara yang rawan banjir rob.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru tahun ini mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Prioritas utama diberikan pada pengamanan gereja dan pusat-pusat wisata, tanpa mengesampingkan kelancaran arus lalu lintas.

“Kami ingin memastikan umat Nasrani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman dan khusyuk, sementara masyarakat yang berlibur bisa menikmati suasana Tahun Baru dengan nyaman. Di sisi lain, arus kendaraan tetap kami kelola agar tidak menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.

Sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan publik, Polda Jateng membuka akses komunikasi melalui Call Center 110 dan layanan chatbot WhatsApp kepolisian. Fasilitas ini disiapkan untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan, pengaduan, maupun memperoleh informasi kepolisian secara cepat selama Operasi Lilin Candi 2025 berlangsung.

Dengan dukungan personel yang besar, kesiapan pos pengamanan, sistem layanan publik yang mudah diakses, serta strategi mitigasi bencana yang terencana, Polda Jawa Tengah optimistis Operasi Lilin Candi 2025 dapat berjalan efektif.

“Melalui strategi hospitality dan safety, kami ingin Jawa Tengah menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ungkapnya.

Comments are closed.