Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pasar Ngabei, Oase Tradisi dan Ekonomi Hijau di Tengah Desa Jogoloyo

METROJATENG.COM, DEMAK – Di tengah geliat modernisasi dan pasar digital yang makin merajalela, sebuah semangat berbeda justru tumbuh dari Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam. Namanya Pasar Ngabei, sebuah pasar rakyat yang tak sekadar menjual makanan dan minuman, tapi juga menawarkan napas budaya, kepedulian lingkungan, dan geliat ekonomi kerakyatan yang membumi.

Kegiatan yang digelar rutin setiap pekan pertama hari Minggu ini menjadi oase baru bagi warga. Di sinilah Anda bisa menemukan aroma kolak dan jamu tradisional bercampur dengan tawa ramah pedagang, sambil menikmati suasana belanja bebas sampah plastik. Dengan harga yang ramah kantong, mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000, pengunjung bisa mencicipi nasi jagung, lontong sayur, getuk, hingga nasi pecel buatan tangan warga lokal.

Tak heran jika keunikan Pasar Ngabei menarik perhatian anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Andhika Satya W. Pangarso, yang menyempatkan diri hadir langsung ke lokasi. Ia tak hanya memberikan apresiasi, tapi juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh gerakan rakyat ini.

“Ada semangat lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian budaya lokal. Ini luar biasa! Saya siap bantu fasilitas seperti meja dan kursi, dan saya ingin pasar seperti ini hadir di setiap kecamatan,” ujar Andhika di sela kunjungan.

Ia juga mendorong agar kisah inspiratif Pasar Ngabei bisa menjalar ke desa-desa lain, sebagai contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari akar rumput.

Kepala Desa Jogoloyo, Dennis Bakhria, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk “mahakarya” warganya. Ia berharap dengan inovasi seperti ini, UMKM di desanya bisa naik kelas.

“Kalau tidak berinovasi, kita bisa tertinggal. Kehadiran Mas Andhika adalah energi besar, terutama bagi ibu-ibu yang menggerakkan pasar ini,” tuturnya bangga.

Pasar Ngabei lahir dari gotong royong dan kesadaran kolektif untuk hidup lebih ramah lingkungan. Ketua pengelola pasar, Masnu’ah, menegaskan bahwa pasar ini bukan sekadar tempat berjualan.

“Kami ingin ajak masyarakat hidup tanpa plastik. Tapi juga tetap nikmati makanan khas desa, dan saling menguatkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Dengan slogan “Belanja Asik Tanpa Nyampah Plastik”, Pasar Ngabei bukan hanya soal jual beli, tapi juga panggung edukasi, ruang nostalgia, dan simbol kemandirian desa. Sebuah contoh kecil yang membawa dampak besar.

Comments are closed.