Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
METROJATENG.COM, SEMARANG – Stigma bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia mendapat sorotan serius dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Dalam kunjungan kerjanya ke SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, ia menegaskan pentingnya peran negara dalam mengubah persepsi negatif itu.
“Negara tidak bisa tinggal diam. Ini soal masa depan generasi muda. Pemerintah harus menciptakan formula yang tepat untuk membuktikan bahwa SMK justru bisa jadi tulang punggung kemajuan bangsa,” ujar politisi PKB tersebut.
Lalu Hardrian mengaku terkesan dengan pencapaian SMK Negeri Jateng. Berdasarkan data yang diterimanya, lebih dari 90 persen lulusan sekolah tersebut langsung terserap dunia kerja, sementara sisanya memilih untuk melanjutkan studi atau menjadi wirausaha.
“Ini bukti konkret bahwa jika dikelola dengan serius, SMK bisa mencetak lulusan berkualitas dan siap kerja. Model seperti ini seharusnya bisa direplikasi oleh provinsi lain di Indonesia,” lanjutnya.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan terletak pada strategi penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Ia menilai jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar akan mempermudah lulusan masuk ke dunia kerja.
“Penentuan jurusan itu bukan lagi soal minat semata, tapi harus mempertimbangkan permintaan pasar. Kolaborasi dengan dunia industri jadi keharusan,” tegasnya.
Komisi X DPR RI, sambung Lalu, akan terus mendorong reformasi pendidikan vokasi yang adaptif dan berorientasi masa depan. Ia optimistis, jika langkah serupa diterapkan secara nasional, angka pengangguran di kalangan lulusan SMK akan menurun drastis.
“Sudah waktunya kita melihat SMK bukan sebagai ‘jalan terakhir’, tapi sebagai pilihan strategis untuk masa depan cerah,” tutupnya.
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
Comments are closed.