Lonjakan Pengangguran Lulusan Muda Jadi Sorotan: Komisi IX Dorong Revolusi Pelatihan Kerja dan Kolaborasi Lintas Kementerian
METROJATENG.COM, JAKARTA – Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan SMA, SMK, hingga sarjana terus meningkat dan menjadi alarm bagi masa depan ketenagakerjaan Indonesia. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai kondisi ini sebagai sinyal krisis yang harus direspons cepat melalui langkah kolaboratif dan inovatif.
“Ini bukan masalah biasa. Kita sedang menghadapi tsunami pengangguran muda jika tidak segera bergerak,” tegas Netty.
Menurutnya, solusi utama bukan sekadar membuka lowongan kerja, tetapi membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia mendorong pemerintah untuk memperbesar anggaran pelatihan, khususnya lewat revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).
“Generasi muda harus disiapkan untuk mengisi peluang kerja baru, mulai dari industri konten digital, pemasaran online, sampai sektor ramah lingkungan seperti green jobs,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya inovasi kurikulum pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan industri masa kini, seperti pelatihan konten kreator, pengelola media sosial, petani milenial, hingga pekerja energi terbarukan.
Namun, ia juga mengkritik pendekatan sektoral dalam penanganan isu pengangguran. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah menerapkan pola kerja lintas kementerian, seperti yang dilakukan dalam program percepatan penanganan stunting.
“Kenapa stunting bisa melibatkan 17 kementerian, tapi menciptakan lapangan kerja masih dianggap tanggung jawab Kemenaker saja? Ini pekerjaan rumah bersama, dari Kominfo, Perindustrian, hingga Perdagangan harus duduk satu meja,” ungkapnya.
Netty mengingatkan bahwa pembangunan ketenagakerjaan harus memprioritaskan future skills, keterampilan berbasis teknologi, inovasi, dan keberlanjutan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.
“Reskilling dan upskilling bukan sekadar pelatihan ulang. Ini tentang membuka harapan baru. Dunia usaha harus tahu, anak muda Indonesia siap berkompetisi—asal diberi peluang dan bekal yang tepat,” tutupnya.
Comments are closed.