Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Menata PKL Menara Teratai: Menyatukan Wisata, Estetika, dan Ekonomi Rakyat

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kawasan wisata Menara Teratai kini menjadi magnet baru di Purwokerto, menarik ribuan pengunjung setiap minggunya. Namun, di balik semaraknya aktivitas wisata, muncul tantangan serius, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang belum tertata dengan baik.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugraha, menyatakan bahwa penataan tidak berarti mengusir PKL, tetapi justru mengintegrasikan mereka dalam konsep ruang yang tertata. Dengan tujuan menciptakan kawasan wisata yang nyaman, tertib, sekaligus inklusif secara ekonomi.

“Menara Teratai punya potensi jadi ikon pariwisata nasional. Kalau ditata dengan baik, PKL bisa ikut jadi bagian dari daya tarik wisata itu sendiri,” ujarnya.

Menara Teratai setinggi 117 meter yang dilengkapi lima lantai multifungsi kini menjadi wajah baru Purwokerto. Namun, popularitasnya membawa konsekuensi, yaitu meningkatnya aktivitas informal di sekitar area yang belum sepenuhnya tertata.

Demi menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mempertahankan sumber penghidupan PKL, Setya Ari memaparkan beberapa solusi, antara lain :

  • Relokasi ke area khusus PKL yang tetap strategis dan mudah dijangkau pengunjung.

  • Pembentukan paguyuban PKL untuk koordinasi dan edukasi.

  • Pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital agar para pedagang lebih siap bersaing.

  • Pengadaan fasilitas pendukung, mulai dari gerobak dan tenda seragam, hingga sanitasi yang layak.

  • Pemanfaatan aplikasi digital untuk memantau aktivitas PKL secara real-time dan mengelola kepadatan.

Kota-kota besar seperti Yogyakarta, Seoul, hingga Bangkok telah menunjukkan bahwa PKL bisa menjadi bagian dari wajah kota, dan bukan menjadi masalah. Malioboro misalnya, sukses menjadikan PKL sebagai bagian dari tata ruang kota yang rapi dan ramah wisatawan.

Konsep-konsep seperti mixed-use development, urban zoning fleksibel, hingga smart city management juga mulai diterapkan di Purwokerto sebagai bagian dari rencana besar ini.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho saat menghadiri acara silaturahmi di DPD PKS Banyumas. (Foto : Hermiana).

Kajian Mendalam Jadi Kunci

Setya Arinugraha menekankan pentingnya kajian menyeluruh sebelum memindahkan PKL. Sehingga semua kepentingan dapat diakomidir dan keputusan yang diambil, menjadi solusi bersama yang bisa diterima kedua belah pihak.

“Harus ada dialog. Mengapa mereka memilih lokasi tertentu? Apakah tempat relokasi layak dan menguntungkan? Semua ini harus dikaji bersama akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha kecil,” tegas mantan anggota DPRD Banyumas ini.

Penataan PKL bukan hanya tentang estetika kota, tapi juga tentang keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif, kawasan Menara Teratai berpeluang menjadi contoh nasional bagaimana wisata, ekonomi informal, dan ruang publik bisa berjalan selaras.

Comments are closed.