Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja, DPRD Banyumas Apresiasi Inovasi Member Cuanki untuk UMKM

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas memberikan apresiasi terhadap inovasi digital “Member Cuanki” yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas. Inisiatif ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta menjadi solusi strategis dalam menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Banyumas, Andik Pegiarto, menyampaikan bahwa Member Cuanki mampu menjadi daya ungkit baru dalam penguatan UMKM lokal, terutama dalam hal pemasaran produk. Di tengah tantangan zaman yang makin kompetitif, platform digital seperti ini sangat dibutuhkan agar produk-produk lokal bisa bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Inovasi ini sangat tepat, namun perlu disertai penguatan lain seperti pelatihan UMKM, peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, hingga kelengkapan perizinan. Jika semua aspek ini terpenuhi, maka semakin banyak UMKM yang bisa naik kelas dan bergabung dalam Member Cuanki. Efek dominonya, akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap,” ungkap Andik, Senin (7/7/2025).

Sebagaimana diketahui, Member Cuanki merupakan inovasi dari Kepala Bidang UMKM Dinnakerkop UKM Banyumas, Dr. Ani Widosari S.Pd. M.Pd yang diluncurkan sebagai upaya untuk membangun jaringan distribusi produk UMKM secara digital dan berkelanjutan. Hingga saat ini, platform tersebut telah mewadahi lebih dari 300 produk UMKM dari berbagai sektor. Yang menarik, produk-produk yang tergabung dalam Member Cuanki juga telah berhasil menembus hotel-hotel, toko modern, serta perkantoran di Banyumas dan sekitarnya. Pendekatan ini secara langsung membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ini menjadi momentum penting bagi Dinnakerkop UKM untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya berjualan, tapi juga membangun brand dan jejaring bisnis. Tidak cukup hanya lewat aplikasi, tapi perlu dibarengi dengan strategi pelatihan dan promosi yang konsisten,” lanjut Andik.

Politisi Partai Golkar ini mengusulkan agar pelaku UMKM yang sudah berkembang bisa menjadi mentor atau “bapak asuh” bagi UMKM lain yang masih stagnan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat memperkuat daya tahan UMKM dan mempercepat pertumbuhan usaha secara menyeluruh.

“UMKM yang sudah mapan bisa menggandeng yang belum berkembang dalam proses produksi. Ini akan menciptakan ekosistem saling bantu dan tumbuh bersama,” jelasnya.

Caption Foto : Member Cuanki merupakan inovasi dari Kabid UMKM Dinnakerkop UKM Banyumas, Dr.Ani Widosari S.Pd.M.Pd yang sudah mewadahi lebih dari 300 produk UMKM. (Foto : Hermiana).

 

UMKM dan Pengangguran di Banyumas

Data Dinnakerkop UKM Banyumas mencatat, saat ini terdapat lebih dari 53 ribu pengangguran di Kabupaten Banyumas. Menariknya, data tersebut sudah tersedia by name by address, namun masih perlu diolah lebih rinci hingga ke tingkat kecamatan.

Andik menegaskan pentingnya integrasi antara data pengangguran dengan data sebaran UMKM. Dengan begitu, potensi penyediaan lapangan kerja melalui sektor UMKM bisa dimaksimalkan secara tepat sasaran.

“Kalau data UMKM dan pengangguran bisa di-breakdown sampai tingkat kecamatan, kita akan tahu di mana potensi dan masalahnya. UMKM bisa dijadikan pilar utama dalam menuntaskan pengangguran jika difasilitasi dengan serius. Kami akan mendorong agar program-program seperti ini tidak hanya berhenti sebagai inovasi awal, tapi menjadi gerakan bersama lintas OPD dan pemangku kepentingan,” pungkas Andik.

Comments are closed.