Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Menikmati Liburan Sekolah Sambil Petik Stroberi di Lereng Merbabu, Sensasi Wisata Edukatif di Banyuroto

METROJATENG.COM, MAGELANG – Libur sekolah jadi momen sempurna untuk menikmati udara sejuk pegunungan sambil memetik stroberi segar langsung dari kebunnya. Inilah yang ditawarkan Agrowisata Petik Stroberi di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sebuah destinasi yang kian naik daun di kalangan wisatawan lokal maupun luar daerah.

Terletak di lereng Gunung Merbabu, kebun-kebun stroberi milik warga tetap produktif meski cuaca belakangan ini tak menentu. Hujan yang datang lebih awal dari prediksi musim kemarau sempat memengaruhi kualitas buah, namun tak menyurutkan semangat para petani.

“Cuaca memang agak lembab karena hujan masih sering turun. Tapi sekarang tanaman sudah mulai berbuah dan siap panen. Pas banget dengan libur sekolah,” kata Yanto, salah satu petani sekaligus pengelola wisata Inggit Strawberry.

Saat ini, sekitar 10 pengelola agrowisata petik stroberi membuka kebunnya untuk umum. Hamparan tanaman stroberi ini tersebar di sepanjang jalur strategis yang menghubungkan objek wisata Ketep Pass dengan Kecamatan Pakis. Lokasinya yang berada di dataran tinggi menawarkan panorama indah, dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu yang megah.

“Setiap akhir pekan, jumlah pengunjung bisa naik hingga 60 persen. Apalagi anak-anak senang banget bisa petik langsung,” tambah Yanto.

Untuk bisa menikmati pengalaman ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp15.000 per orang. Jika ingin membawa pulang stroberi segar, harga yang ditawarkan bervariasi: Rp100.000 per kilogram di hari biasa, dan Rp150.000 saat musim libur tiba.

Budidaya stroberi, menurut Yanto, bukan pekerjaan mudah. Tanaman ini sangat sensitif terhadap perubahan cuaca. Namun, permintaan pasar yang stabil dan antusiasme pengunjung menjadi penyemangat tersendiri.

“Kalau mau buka untuk wisata, kita harus pastikan tanamannya bagus dan buahnya siap petik. Wisatawan datang kan pengennya langsung bawa hasil. Jadi petani juga harus pintar jaga kualitas,” jelasnya.

Bagi para pengunjung, wisata petik stroberi bukan sekadar liburan biasa. Chika, wisatawan asal Semarang yang datang bersama keluarganya, mengaku terkesan. “Ini pertama kali ke Banyuroto. Kebunnya luas, buahnya banyak, dan anak-anak bisa belajar langsung mengenal buah stroberi. Menyenangkan sekali,” katanya.

Desa Banyuroto kini tidak hanya menjadi sentra produksi stroberi, tapi juga ikon wisata berbasis edukasi dan alam terbuka. Dengan pemandangan menawan dan buah segar yang menggoda, siapa pun yang datang pasti ingin kembali lagi.

Comments are closed.