Dukung Transportasi Rakyat, BI Jateng Dorong Masyarakat Bertransaksi Pakai QRIS
METROJATENG.COM, JAKARTA – Bank Indonesia Jawa Tengah (Jateng) senantiasa mendukung transportasi rakyat dengan mengajak awak media mengunjungi kantor PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta serta menikmati enaknya menggunakan transportasi tersebut.
“Menggunakan Kereta MRT lebih nyaman, sehingga mampu mengurangi kemacetan di Jakarta,” kata Deputi Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Jateng, Andi Riena Sari, Kamis (19/6/2025).
Apalagi pelanggan dapat melakukan pembelian tiket melalui melalui dompet digital (e-wallet), bank digital, kartu kredit, QRIS, aplikasi MyMRTJ, mesin penjualan tiket MyMRTJ Lite, JakLingko, dan berbagai kartu uang elektronik.
” BI Jateng mendorong transaksi pembelian tiket dengan QRIS,” katanya.
Pada kunjungan tersebut, rombongan wartawan dapat melihat langsung kawasan transit-oriented development (TOD) PT MRT Jakarta di Dukuh Atas dan mendapatkan penjelasan tentang capaian dan program serta perkembangan proyek transportasi kereta bawah tanah pertama di Indonesia tersebut.
Para wartawan juga berkesempatan naik rangkaian kereta MRT Jakarta dari stasiun Dukuh Atas sampai ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang ditempuh hanya beberapa menit.
Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menyatakan sejak berdiri pada 2008 silam, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah membangun dan mengoperasikan fase 1 lin utara-selatan sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).
“Saat ini terdapat 10 kilometer jalur layang dengan tujuh stasiun, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati Indomaret, Cipete Raya Tuku, Haji Nawi, Blok A, Blok M BCA, dan ASEAN. Serta enam kilometer jalur bawah tanah dengan enam stasiun, yaitu Senayan Mastercard, Istora Mandiri, Bendungan Hilir, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI Bank DKI,” katanya.
Guna meningkatakan pelayanan masyarakat saat ini sedang dibangun fase 2 lin utara selatan dari Bundaran HI menuju Kota. Ditargetkan segmen Bundaran HI hingga Monas beroperasi 2027, sedangkan segmen Harmoni hingga Kota pada 2029.
Sejak mulai beroperasi pada 24 Maret 2019, hingg sekarang MRT Jakarta (Perseroda) telah mengangkut lebih dari 140 juta pelanggan.
“Pada pertengahan 2025 ini, rata-rata sekitar 120 ribu orang per hari menggunakan layanan MRT Jakarta,” ujarnya.
Menurut Ahmad Pratomo, ketepatan waktu MRT mencapai 99,9 persen, dengan layanan berstandar internasional, interkoneksi dengan moda transportasi massal lainnya, dan bangunan atau mal merupakan faktor utama yang mendorong masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik serta menyediakan beragam pilihan pembayaran yang inklusif berbasis digital.
Tidak hanya membangun sarana dan prasarana, MRT Jakarta juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun melalui konsep berbasis transit. Kemudahan berpindah moda transportasi, ketersediaan fasilitas pendukung, serta kenyamanan dan keamanan merupakan prinsip yang diusung MRT Jakarta.
Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) adalah pengelola utama kawasan berorientasi transit di lin utara selatan MRT Jakarta. Terdapat enam kawasan TOD yang sedang dikembangkan, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Blok Sisingamangaraja, Istora-Senayan, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
“Kami berharap pembangunan Jakarta akan mengedepankan konsep transit antarmoda sehingga pengembangan kawasan di sekitarnya menjadi ramah pejalan kaki dan pesepeda,” harap Ahmad Pratomo. (*)
Comments are closed.