METROJATENG.COM, SEMARANG – Kesehatan bukan hanya soal mengobati penyakit, tapi juga mencegahnya sebelum menjadi serius. Inilah filosofi yang diterapkan BPJS Kesehatan melalui Program Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi peserta JKN, yang diwajibkan bagi seluruh peserta berusia 15 tahun ke atas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menjelaskan bahwa skrining ini dilakukan setiap tahun sekali, dan peserta bisa mengaksesnya dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Program JKN tidak hanya fokus pada pengobatan, tapi juga upaya promotif dan preventif. Dengan skrining ini, risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, kanker, penyakit jantung, hingga stroke dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Sari, Kamis (15/01).
Tahun lalu, sebanyak 1.245.525 peserta di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah melakukan skrining, baik melalui aplikasi, web, layanan Pandawa, maupun saat kunjungan ke fasilitas kesehatan. Hasilnya menunjukkan jumlah peserta yang berisiko terkena berbagai penyakit kronis, antara lain,
Diabetes Melitus: 286.792 orang, Hipertensi: 96.775 orang, Kanker Serviks: 101.893 orang, Hepatitis B: 12.994 orang
TBC: 7.749 orang, Thalasemia: 772 orang
(dan masih banyak lainnya).
Peserta yang terdeteksi berisiko akan diarahkan untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan, sehingga penanganan bisa dilakukan sejak dini.
Salah satu peserta, Dewi Kurniasari (40), merasakan manfaat nyata dari program ini. Dengan mengisi 49 pertanyaan di aplikasi Mobile JKN, Dewi mendapatkan gambaran kondisi kesehatan secara real time.
“Hasil skrining menunjukkan risiko tinggi diabetes dan hipertensi. Saya disarankan menjaga pola hidup sehat dan mengunjungi faskes untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika tidak skrining, mungkin saya baru sadar ketika sudah terlambat,” ujar Dewi.
Dewi menambahkan, program ini membuatnya lebih disiplin menjaga kesehatan, serta memberikan rasa aman karena potensi risiko penyakit dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
“Mumpung masih sehat, lebih baik lekas Skrining Riwayat Kesehatan. Jika sudah jatuh sakit, kualitas hidup pasti menurun. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tutupnya.
Dengan skrining ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat lebih sadar bahwa deteksi dini adalah kunci menjaga kualitas hidup, serta mendorong peserta JKN untuk aktif memanfaatkan layanan digital yang tersedia.(*)
Comments are closed.