Soto Vaganza hingga Parade Internasional Siap Guncang Semarang di Pesta Ulang Tahun Kota ke-478
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kota Semarang tengah bersiap menyambut hari jadinya yang ke-478 dengan gebyar perayaan yang tak kalah seru dari festival berskala internasional. Mulai dari pesta kuliner soto legendaris hingga karnaval malam yang mendunia, warga dan wisatawan akan dimanjakan dengan lebih dari 37 agenda menarik sejak awal tahun hingga puncaknya di bulan Mei 2025.
Mengusung semangat kolaborasi dan keterlibatan warga, Pemerintah Kota Semarang menggandeng komunitas, pelaku seni, UMKM, dan berbagai stakeholder lintas sektor untuk menghidupkan kota lewat rangkaian acara yang meriah dan inklusif.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud nyata cinta terhadap kota. Semarang adalah milik kita bersama,” ungkap Hernowo Budi Luhur, Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Semarang.
Sejumlah agenda telah bergulir sejak Januari. Urban Farming Champion misalnya, telah melibatkan kelompok tani dan KWT untuk menunjukkan potensi pertanian perkotaan yang inovatif. Sementara itu, lomba band pelajar dan senam massal akan mencapai puncaknya pada 3 Mei di Taman Indonesia Kaya, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dalam momen itu juga akan diluncurkan Tari Semarang sebagai identitas budaya baru kota.
Namun, yang paling ditunggu-tunggu warga adalah Soto Vaganza dan Semarang Night Carnival (SNC). Pada Minggu, 4 Mei, halaman Balai Kota akan dipenuhi aroma gurih soto dari berbagai penjuru kota. Sebanyak 4.478 mangkok soto siap dibagikan gratis untuk masyarakat, simbol usia dan semangat berbagi Kota Semarang.
Di malam harinya, Jalan Pemuda akan berubah menjadi panggung spektakuler saat Semarang Night Carnival dimulai pukul 18.30 WIB. Tak hanya dimeriahkan oleh peserta lokal, SNC kali ini juga akan diikuti oleh delegasi dari kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Jember, Solo, bahkan tamu dari Korea Selatan dan Australia, yang hadir dalam kapasitas diplomatik.
“Ini bukan hanya karnaval, tapi potret keberagaman Semarang yang inklusif dan mempesona. Ada Jawa, Arab, Tionghoa, hingga nuansa kolonial yang berpadu indah,” kata Hernowo.
Tak ketinggalan, agenda-agenda lain seperti Job Fair (6–7 Mei), Pemilihan Denok Kenang (24 Mei), kampanye gemarikan, layanan KTP keliling, hingga senam May Day di berbagai lokasi, menjadi bukti bahwa perayaan HJKS menjangkau semua kalangan dan kebutuhan masyarakat.
Meski persiapan tahun ini berpacu dengan dinamika politik dan momen keagamaan, semangat gotong royong seluruh OPD dan warga menjadi kunci suksesnya agenda besar ini.
HJKS bukan sekadar ulang tahun kota, tapi panggung kebersamaan yang memperkuat identitas dan cinta warga terhadap kotanya. Semarang, ayo rayakan bersama!
Comments are closed.