Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Lonjakan Peredaran Kokain, Indonesia Masih Jadi Target Jaringan Narkoba Internasional

METROJATENG.COM, JAKARTA – Tren peredaran narkotika jenis kokain di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2024 hingga awal 2025. Hal ini terungkap dari pengungkapan kasus besar yang melibatkan 25 kilogram kokain di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Temuan ini menjadi indikator bahwa Indonesia masih menjadi incaran jaringan narkoba internasional.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa dari kasus tersebut, pihak kepolisian mencatat adanya kenaikan jumlah pengguna kokain.

“Dari pengungkapan 25 kilogram kokain tersebut, terlihat adanya peningkatan pemakai pada tahun ini,” ungkap Brigjen Eko dalam keterangannya.

Menurut Eko, kokain tergolong narkoba eksklusif di Indonesia mengingat harganya yang cukup tinggi. Penggunanya pun disebut berasal dari kelompok masyarakat tertentu yang memiliki daya beli tinggi.

“Jenis ini tidak seperti sabu atau ganja. Kokain mahal, dan digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres Langsa masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membongkar jaringan distribusi kokain yang berhasil mereka ciduk.

“Pengembangan masih terus berjalan. Kami tidak akan berhenti sampai jaringan ini benar-benar tuntas,” tegas Eko.

Pengungkapan ini bermula dari hasil penyelidikan Satresnarkoba Polres Langsa yang dilakukan sejak Februari 2025. Di bawah kepemimpinan AKBP Andy Rahmansyah—yang kini menjabat sebagai Wadir Reskrimum Polda Aceh—enam tersangka berhasil diamankan di sejumlah lokasi berbeda di Aceh dan Sumatera Utara.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh AKBP Andy bersama Dirresnarkoba Polda Aceh, Kombespol Shobarmen. Dua pelaku utama, Muhammad Rizal dan Khadafi, ditangkap di Desa Baroh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, dengan barang bukti berupa tas ransel berisi kokain.

Brigjen Eko memastikan, pihaknya akan terus menggencarkan operasi untuk menekan peredaran seluruh jenis narkotika di tanah air.

“Kami tidak akan kompromi. Semua jenis narkoba, tak terkecuali kokain, akan kami berantas,” tutupnya.

Comments are closed.