Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Wali Kota Semarang Minta Pengusaha Bayarkan THR Pekerja yang Tertunda

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong para pengusaha untuk segera menyelesaikan kewajibannya membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja yang tertunda. Pernyataan tersebut disampaikan Mba Ita, sapaan Hevearita menanggapi adanya pengaduan THR 2024 yang belum dibayarkan.

“Kemari nada pengaduan 36 perusahaan yang belum membayar THR kepada pegawainya. Kita minta untuk segera diselesaikan, ini kita juga bahas dalam rapat”, ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Semarang tak hanya mendengar jawaban dari pengusaha saja, namun akan berupaya mencarikan solusi. Mengingat THR merupakan hak pegawai dan perusahaan wajib membayarkannya.

“Harus ada tindak lanjut untuk menyelesaikan. Kita harus mencari solusi, kalau memang tidak sanggup alasannya kenapa. Kemudian kalaupun sanggup, kapan mau dibayarkan. Atau mungkin bisa bayar dengan dicicil. Karena itu adalah hak pegawai, sesuai Undang-Undang bahwa THR merupakan kewajiban dari pemberi kerja kepada pekerja”, tegasnya.

Belum Ada Dana

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno membenarkan, jika sampai dengan tanggal 17 April 2024 telah masuk 36 pengaduan terkait THR 2024.

“Dari hasil pengaduan sampai terakhir tanggal 17 April 2024, memang ada 36 pengaduan perusahaan. Kemudian dari hasil rekap-rekap dan identifikasi, kami klarifikasi satu per satu ternyata ada tiga perusahaan yang belum bisa membayarkan THR sampai hari ini, dengan alasan belum ada dana”, terangnya,

Disnaker Kota Semarang telah melakukan rapat koordinasi dengan Satuan Kerja (Satker) dari Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, mencari solusi dan turun langsung ke lapangan bersama.

“Kami tetap memberikan mediasi, dan melakukan koordinasi serta selalu mengimbau agar tetap dilakukan pembayaran THR sesuai ketentuan oleh perusahaan. Sedangkan untuk sanksi yang diberikan ke perusahaan merupakan kewenangan dari Satker pengawas provinsi”, lanjutnya.

Meski demikian, sebagian besar pengusaha dan owner atau pemilik perusahaan berjanji akan tetap memberikan THR meski belum ditentukan waktunya.

“Dari hasil identifikasi dan klarifikasi, hanya tiga perusahaan yang belum bisa membayarkan THR. Ada yang beralasan mereka tidak memberikan THR karena hubungan status kemitraan. Ada pula karena status hubungan mitra owner dan sebagainya. Sedang untuk perusahaan lainnya, sedang proses pemberian secara bertahap”, kata Sutrisno.

Leave A Reply

Your email address will not be published.