Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Relawan “Aksi Sahabat Gibran” Gelar Masak Sehat di Semarang

Simulasikan Program  Simulasikan Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

0

 

METROJATENG.COM, SEMARANG – Sejumlah relawan yang tergabung dalam Aksi Sahabat Gibran (AksiBagi) dan pelaku usaha jasaboga dari Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) menggelar simulasi makan sehat, bergizi, dan terjangkau. Kegiatan ini bertujuannya untuk mensimulasikan program makan siang gratis yang diusung pasangan Prabowo-Gibran.

Dadi Krismatono, Ketua Umum Aksi Sahabat Gibran (AksiBagi) mengatakan  program makan siang gratis yang diusung Prabowo-Gibran itu nyata dan bisa diterapkan.

“Kami bersyukur para praktisi jasaboga mau mendukung untuk memberi edukasi kepada ibu-ibu bagaimana menyiapkan makan siang yang sehat, bergizi, dan terjangkau. Tak kalah penting, bagaimana mengelola proses memasak dan menyajikan makanan dalam jumlah besar,” ujar Dadi dalam konferensi pers Senin (15/1/2024). di Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya ibu-ibu dan komunitas industri jasaboga setempat melakukan simulasi menyediakan makanan sehat dengan harga terngkau. dari simulasi tersebut disimpulkan dengan Rp 15.000-18.000 per porsi, anak-anak usia sekolah bisa mendapat makan siang bergizi yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhannya.

“Selama ini ada kesan makanan sehat dan bergizi itu tidak enak. Kami di sini menularkan ilmu bagaimana mengolah makanan yang sehat dan bergizi tapi tetap lezat dan mengundang selera. Apalagi anak-anak dan remaja suka susah makan sayur,” kata Chef Arul, panggilan akrab Fahrur.

Lebih lanjut Dadi menerangkan program makan siang gratis Prabowo-Gibran tidak hanya memberi manfaat kesehatan bagi anak-anak dan remaja yang mendapat asupan gizi, melainkan juga memberi dampak ekonomi kepada rumah tangga dan komunitas. 

“Dengan makan siang di sekolah, maka beban orang tua menyediakan makan diambil sebagian oleh negara. Katakanlah, satu porsi Rp 15.000. Berarti dalam sebulan, jika dihitung 25 hari, ada Rp 375.000 biaya ekonomi rumah tangga yang bisa dihemat. Itu baru satu anak,” ungkapnya.

Ditambahkan Dadi , jika ada dua sampai tiga anak dari satu keluarga, maka iapenghematannya bisa lebih besar. Uang yang dihemat itu bisa digunakan untuk keperluan lain.

Dampak ekonomi kedua, papar Dadi, adalah potensi pendapatan bagi ibu-ibu orang tua yang memasok makanan di sekolah-sekolah anaknya. 

“Ibu-ibu orang tua murid dapat membentuk komunitas atau badan usaha yang memasok makan siang di sekolah anaknya. Ini potensi pendapatan. Jadi pengeluarannya berkurang, potensi pendapatan bertambah,” papar Dadi.

Dadi menjelaskan, di sinilah urgensi relawan AksiBagi mengajak PPJI sebagai praktisi jasaboga yang berpengalaman mengelola dan menyajikan masakan dalam jumlah besar. 

Dadi melanjutkan, dampak ekonomi ketiga adalah permintaan pasokan beras, lauk-pauk, dan sayuran yang stabil sepanjang tahun kepada pedagang pasar lokal.

“Coba kita hitung. Menurut data, di Kecamatan Semarang Selatan ini ada 29 sekolah dasar (SD), baik negeri dan swasta. Jika satu SD ada 300 siswa, dan satu porsi membutuhkan 100 gram beras, maka satu kecamatan ini dalam satu hari membutuhkan 870 kg beras. Dalam satu bulan, jika dihitung 25 hari, maka dibutuhkan 21,7 ton beras. Ini akan menggerakkan ekonomi lokal,” tutur Dadi.

Oleh karena itu, Dadi dan relawan AksiBagi optimistis program makan siang gratis PrabowoGibran akan disambut masyarakat dari berbagai kalangan karena dampak pengganda ekonomi atau multipiler effect yang dinikmati oleh berbagai kalangan secara luas. 

“Selama ini orang melihatnya hanya makan siang, padahal program ini membawa dampak ekonomi yang luas bagi kesejahteraan rakyat dan pergerakan ekonomi lokal,” pungkas Dadi.

Simulasi penyajian makanan sehat, bergizi, dan terjangkau ini dimulai di 20 titik di Jawa Tengah dan akan digulirkan oleh relawan AksiBagi di seluruh Indonesia.AksiBagi menilai program ini penting untuk dikawal agar masyarakat menerima informasi yang utuh sehingga program ini nantinya dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam perjuangannya, AksiBagi didukung oleh Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) yang menyumbangkan ilmu dan pengetahuan mengenai pengolahan dan penyajian makanan yang aman, sehat, bergizi, dan terjangkau.

Sementara itu Budi Wasekjen DPP PPJI Jateng mengatakan, PPJI bersemangat mengikuti program ini karena edukasi pengolahan dan penyajian makanan secara sehat dan memenuhi standar keamanan pangan itu penting bagi semua kalangan. 

Budi menerangkan, dalam menyusun menu PPJI berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang dan konsultasi kepada ahli gizi. 

“Yang terutama kami bela adalah programnya, karena ini adalah investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM,” papar Budi.

Budi menambahkan, PPJI akan memberdayakan pengurus di seluruh provinsi dan kabupaten/kota untuk mendampingi komunitas orang tua siswa dalam menyiapkan makan siang gratis untuk siswa di sekolah-sekolah. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.