Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Lawan Rendahnya Literasi, Big Bad Wolf Bawa Lebih dari 1 Juta Buku ke Semarang

METROJATENG.COM, SEMARANG – Rendahnya minat baca masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Di tengah dominasi penggunaan gawai dan media digital, kebiasaan membaca buku dinilai perlu terus ditumbuhkan sejak usia dini agar mampu mencetak generasi yang kritis dan berdaya saing.

Semangat itulah yang kembali dibawa Big Bad Wolf (BBW) Books Indonesia melalui penyelenggaraan pameran buku di Semarang pada 9–19 Juli 2026, di Quin City, The Suri Semarang. Untuk ketiga kalinya hadir di Kota Atlas, BBW membawa lebih dari satu juta buku dari 10 penerbit internasional dan lebih dari 30 penerbit Indonesia dengan harga yang diklaim terjangkau.

Public Relations BBW Indonesia, Andri Suharyono, mengatakan selama 10 tahun hadir di Indonesia, BBW tetap mengusung misi global Change the World, One Book at a Time dengan memperluas akses masyarakat terhadap buku-buku berkualitas.

“Rendahnya literasi di Indonesia menjadi alasan kami terus hadir. Kami ingin memberikan akses terhadap buku bacaan internasional yang bermutu dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat,” katanya.

AJAK BACA BUKU – PR Relation Big Bad Wolf Andri Suharyono mengajak anak-anak baca buku sejak dini. (tya)redmetrojateng)

 

Menurut Andri, membangun budaya membaca tidak bisa dimulai ketika anak sudah sekolah, melainkan sejak usia dini, bahkan sejak masih berada dalam kandungan. Setelah lahir, orang tua perlu mengenalkan buku melalui aktivitas yang menyenangkan, bukan dengan paksaan.

“Jangan langsung menyuruh anak belajar membaca. Kenalkan dulu bahwa buku itu menyenangkan melalui buku aktivitas, buku bergambar, atau buku interaktif. Kalau anak sudah mencintai buku, kebiasaan membaca akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia menilai buku fisik tetap memiliki keunggulan dibandingkan membaca melalui layar gawai. Selain lebih membantu konsentrasi, membaca buku cetak juga melatih daya ingat karena pembaca lebih mudah mengingat letak informasi dalam sebuah halaman.

“Anak yang terbiasa membaca juga akan lebih mudah menyusun kalimat ketika menghadapi ujian berbentuk esai. Membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan berpikir dan menulis,” jelasnya.

Pada pameran kali ini, BBW menghadirkan beragam kategori buku, mulai dari buku anak, novel, pengembangan diri, kesehatan mental, hobi, memasak, otomotif hingga buku referensi. Buku anak diperkirakan kembali menjadi kategori yang paling diminati pengunjung, disusul novel dan buku fiksi.

Untuk memperluas jangkauan masyarakat, BBW menawarkan harga buku mulai Rp10 ribu. Menurut Andri, harga yang terjangkau diharapkan dapat menghilangkan anggapan bahwa membeli buku merupakan kebutuhan yang mahal.

Sementara itu, Vice President BCA Monika Krisna Maharani mengatakan pihaknya mendukung upaya peningkatan literasi melalui kolaborasi dengan BBW. Menurutnya, keberadaan pameran tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menambah koleksi buku dengan berbagai promo yang disiapkan BCA.

“Kami percaya BBW memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan literasi masyarakat. Karena itu kami menghadirkan berbagai promo agar masyarakat semakin mudah memiliki buku,” katanya.

Melalui penyelenggaraan di Semarang, BBW berharap semakin banyak masyarakat menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Sebab, menurut Andri, membangun budaya literasi bukan hanya tentang menjual buku, tetapi tentang menyiapkan generasi Indonesia yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi masa depan. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.