Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Debat Ketiga Capres, Anies Serang Prabowo Diawal Debat

0

METROJATENG.COM, JAKARTA – Debat ketiga capres yang digelar Minggu (7/1/2024) malam berlangsung panas sejak sesi pertama. Capres Anies Baswedan secara terang-terangan menyerang Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan (Menhan).

“Ironis sekali, Kementrian Pertahanan dibobok hacker tahun 20203 ini. Anggaran Kemenhan yang lebih dari Rp 700 triliun, digunakan untuk pembelian alutsista bekas, disaat banyak tantara kita tidak mempunyai rumah. Sementara menterinya justru memiliki lebih dari 340 hektare tanah di republik ini”, kata Anis dalam paparan visi-misinya.

Anies juga menyoroti foot estate singkong yang menurutnya sangat tidak menguntungkan petani, sebaliknya hanya menguntungkan kroni saja. Semua itu butuh perubahan.

Sementara itu, capres nomor urut 2, Prabowo Subianto yang mendapat kesempatan terakhir memaparan visi-misi, sempat menyinggung pihak yang berbicara tanpa data dan hanya didorong ambisi semata.

“Pertahanan negara harus kuat, tidak hanya bicara tanpa data dan didorong ambisi. Saya selaku menhan selalu berpegang pada doktrin strategi nasional atas dasar kepentingan rakyat. Pertahanan negara harus diperkuat supaya kita dihormati dan bisa menjaga kepentingan nasional. Dan harus ada kekuatan militer, sebab dalam sejarah peradapan bangsa mengajarkan, tanpa adanya kekuatan militer, bangs akita akan dilindas seperti Gaza sekarang ini, kita akan terusir dari negeri sendiri”, kata Prabowo.

Serangan Anies Baswedan ini masih berlanjut pada sesi kedua. Saat Anies diberi kesempatan menjawab pertanyaan dari panelis, di awal menjawab Anies meralat ucapannya tekait 340 hektare lahan milik Menhan.

“Sedikit ralat, saya tadi menyebut 340 hektare lahan milik Menhan, yang benar adalah 340 ribu hectare”, katanya.

Pernyataan tersebut sempat mengundang reaksi Prabowo yang spontan hendak menjawab. Moderator debat sampai harus menenangkan situasi debat capres ketiga tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.