Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kepuasana Pelanggan Terhadap Jargas yang Terbukti Aman dan Efisien

*Optimalisasi Gas Bumi, PGN Agresif Ekspansi Pasar

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Sudah delapan tahun lamanya, Wawan Kartiwan (65), mengandalkan jaringan gas milik PGN dalam memenuhi aktifitas dapur rumah tangganya. Sejak tahun 2015 itu pula, pelanggan yang beralamat di Perumahan Wahyu Utomo, Ngaliyan, Kota Semarang tak pernah mengalami kendala berarti.

“Puas banget pakai gas dari PGN ini karena murah dan aman, anti ribet,” kata Wawan, saat dikunjungi Komite BPH Migas bersama manajemen PGN, Kamis (9/3/2023), dalam rangkaian acara Monitoring Pengembangan Pembangunan Jargas di Semarang dan Jogjakarta.

Bagi Wawan, sejak berlangganan jargas PGN, ia bersama keluarganya bisa menghemat pengeluaran biaya konsumsi gas hingga 70% lebih jika dibandingkan dengan penggunaan gas tabung. Dengan tarif yang berlaku saat ini, Wawan yang tinggal bersama 6 anggota keluarganya hanya mengeluarkan biaya rata-rata Rp80.000 per bulan untuk berlangganan jargas.

“Sekarang ini rata-rata tiap bulan cuma Rp80.000 untuk bayar langganan jargas. Padahal sebelumnya pakai gas elpiji tabung 12 kg dengan rata-rata penggunaan 1 tabung per bulan. Sedangkan saat ini harga tabung gas elpiji 12 kg sudah lebih dari Rp150.000. Jadi sudah kelihatan sekali hematnya,” tukas Wawan.

Tak hanya itu, lanjut Wawan, dari sisi pelayanan jika ada gangguan pun sangat cepat. Seperti saat meteran jargas terendam air waktu terjadinya banjir bandang yang melanda wilayahnya baru-baru ini.

“Waktu banjir bandang kemarin meteran sempat terendam air dan pasokan gas ke rumah sempat terganggu. Tinggal telpon ke call center 135, petugas merespon cepat, langsung datang dan memperbaiki,” ujarnya.

Begitu pula dari sisi keamanan. Menurut Wawan, penggunaan jargas sangat mudah dan aman. Gas bumi dari jargas tidak menimbulkan bau.

“Gampang pakainya dan aman. Tanpa bongkar pasang selang, apalagi angkat-angkat tabung gas. Bahkan tidak perlu takut kehabisan gas, cuma tinggal klik kompornya, api sudah menyala bersih, tidak ada bau,” ungkapnya.

Adapun untuk bayar tagihan, Wawan mengaku tak pernah ada kendala, karena saat ini bisa dilakukan online melalui beberapa channel pembayaran. Sedangkan akurasi data penggunaan gas juga cukup tinggi, mengingat petugas rutin mencatat meteran setiap bulannya.

“Petugas rutin catat meteran. Bayar langganannya gampang, bisa online, banyak pilihan channelnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi Anas, dari Komite BPH Migas menuturkan, kunjungan kerjanya ke pelanggan jargas di Kota Semarang ini salah satunya ingin memastikan jika proses pasokan dan distribusi jargas telah berjalan lancar. Tak hanya itu, pihaknya juga menginginkan agar penggunaan jargas di sektor rumah tangga bisa lebih optimal lagi, sebagai upaya mengurangi beban negara.

“Kalau gas bumi ini posisi di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah sangat berlimpah, bahkan melebihi kebutuhan masyarakat. Jadi, jargas hadir di masyarakat melalui PGN ini untuk memberikan efisiensi energi, khususnya ke sektor rumah tangga. Setidaknya, penggunaan gas kota bisa mengurangi beban negara dari penggunaan gas elpiji yang 80% bahan bakunya diperoleh dari impor,” tegas Wahyudi.

General Manager PGN Sales & Operation Region III, Edi Armawiria mengatakan, pemerintah saat ini memang tengah agresif dalam upaya optimalisasi penggunaan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan melalui PGN, pemerintah terus memperluas pasar dengan menggelar jaringan ke sejumlah daerah, serta diikuti eksplorasi dan pengadaan sumber-sumber gas bumi baru.

“Secara nasional pemerintah menargetkan 4 juta pelanggan baru untuk jargas dari 2019 hingga tahun 2024. Sedangkan khusus di wilayah PGN SOR 3, saat ini sudah ada 163.277 pelanggan yang tersebar di Jateng dan Jatim, dan akan terus bertambah seiring perluasan jaringan, seperti di Sleman Jogjakarta dengan target 12.000 pelanggan rumah tangga baru, dan juga membidik pelanggan-pelanggan di sektor industri,” kata Edi.

Menurut Edi, bagi wilayah yang belum terlintas pipa jargas, PGN masih mengupayakan penggunaan CNG, berupa gas yang diangkut secara mobile dari sumber menuju ke terminal gas, yang kemudian baru disalurkan ke pelanggan melalui pipa transmisi.

“Di Kota Semarang, khusus di perumahan Wahyu Utomo ini masih pakai CNG. Begitu pula di Magelang dan Sleman. Sedangkan lainnya sudah menggunakan pipa transmisi langsung dari lapangan pengolahan gas,” ungkapnya.

Sementara, terkait pasokan gas bumi sampai saat ini masih sangat mencukupi. Bahkan, dari total pasokan yang disuplai melalui pipa – pipa transmisi setidaknya baru 50% saja yang terpakai.

“Pasokan gas bumi masih aman berlimpah, dan masih terus eksplorasi sumber – sumber baru,” pungkasnya.(ris)

Leave A Reply

Your email address will not be published.