Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Akademisi Unsoed Berharap, Isu Perempuan Menjadi Perhatian Capres-Cawapres

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Menjelang pelaksanan debat cawapres, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Tri Wuryaningsih MSi berharap, isu-isu perempuan juga menjadi perhatian dan prioritas para capres-cawapres. Dimana para calon pemimpin bangsa ini bisa melihat kondisi riil ketimpangan gender di masyarakat.

Tri Wuryaningsih menyebut masih ada ketimpangan gender di berbagai bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, kesehatan, ketenagakerjaan dan lainnya. Meskipun ada juga yang sudah mulai bertumbuh, yaitu bidang pendidikan, namun secara umum keberpihakan kebijakan terhadap gender masih minim.

“Kemiskinan misalnya, yang paling terkena dampaknya adalah perempuan dan anak. Sehingga siapapun pemimpin negeri ini yang terpilih nantinya, harus ada komitmen serius untuk mengurangi kesenjangan berbagai aspek kehidupan tadi, yang dampaknya terhadap perempuan dan anak cukup besar”, terangnya, Jumat (22/12/2023).

Lebih lanjut Tri Wuryaningsih menuturkan, dalam pernyataan ataupun debat capres beberapa waktu lalu, memang semua menyoroti permasalahan stunting ataupun kemiskinan, namun isu perempuan tidak secara eksplisit disebut. Sehingga bisa disimpulkan, isu-isu perempuan belum menjadi prioritas.

Padahal, lanjutnya, perempuan dan anak tidak bisa dipisahkan dari sistem pengambilan kebijakan di tingkat nasional. Namun, faktanya sejarah mencatat, belum ada perempuan yang diajak tendem menjadi cawapres ataupun dicalonkan menjadi capres, kecuali Megawati Soekarno Putri. Dan Megawati pun menduduki kursi presiden karena kondisi yang istimewa.

Keberpihakan

Terkait pasangan capres dan cawapres saat ini, Tri Wuryaningsih mengatakan, semua pasangan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, terkait kiprah serta pola kepemimpinannya. Namun, ia berharap, kaum perempuan dapat lebih jeli untuk menentukan pilihan, dengan melihat keberpihakan mereka terhadap kepentingan perempuan dan anak.

“Secara personal, tidak ada orang yang sempurna, begitu pula dengan prestasinya. Sehingga yang terpenting adalah memilih pemimpin yang peduli dengan isu gender, sehingga kebijakan-kebijakannya kelak mempunyai keberpihakan kepada kaum perempuan dan anak”, pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.