Pemerintah Sepakat Beri Subsidi Harga Kedelai Rp 1.000 Per Kg Mulai Maret 2022
Produsen dan Perajin Tahu Tempe Tidak Perlu Khawatir Ketersediaan Stok
METROJATENG.COM, SEMARANG –Pusat Koperasi Tempe-Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah mengimbau kepada produsen atau perajin tahu tempe tidak mogok produksi. Hal ini dikarenakan sudah ada kesepakatan dengan pemerintah terkait harga kedelai.
Penegasan ini dikemukakan Ketua Pusat Koperasi Tempe-Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah Sutrisno Suprianto, terkait dengan imbauan mogok para produsen dan perajin tahu tempe, jika harga kedelai terus meningkat. Namun dengan adanya kesepakatan antara Gakoptindo dan pemerintah, para produsen dan perajin tahu tempe untuk tidak mogok produksi.
“Gakoptindo sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan membahas soal kedelai, Minggu (20/2) kemarin,” kata Sutrisno, kemarin.
Menurut Sutrisno, ada beberapa hal yang menjadi kesepakatan sehingga mogok tidak perlu dilakukan sebagai upaya protes. Kesepakatan itu antara lain per Maret harga kedelai disubsidi Rp 1.000 per kilogram.
Ia juga menjelaskan sebelumnya pertemuan Puskopti se-Indonesia bersama Gakoptindo di Surabaya sudah mengajukan beberapa tuntutan. Diantaranya meminta perintah memastikan stok kedelai aman sampai tiga bulan ke depan dan tidak terjadi fluktuasi harga kedelai (kisaran Rp 10.000-Rp 10.500).
Selain itu pemerintah juga diminta mengumumkan kenaikan harga tahu dan tempe ke masyarakat. Sebab, produsen atau perajin tahu tempe selama ini tidak bisa menaikkan harga produknya. Sehingga dampaknya adalah mengurangi ukuran tahu tempe.
Terkait permintaan agar stok dan harga kedelai selama 3 bulan ke depan terjamin, hal itu juga berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
“Betul, permintaan jangka waktu 3 bulan itu untuk persiapan lebaran. Jadi agar terjamin,” tandasnya.
Selain itu Pusat Koperasi Tempe-Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah bersama pemerintah menjamin ketersediaan kedelai dengan harga terjangkau. Produsen atau perajin tahu tempe dan masyarakat dihimbau untuk tidak terlalu resah dalam menghadapi harga kedelai yang belakangan sempat melambung tinggi.
“Kami Puskopti Jawa Tengah bersama dengan pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan kedelai dengan harga yang terjangkau,” ujar Sutrisno Suprianto kepada wartawan di Semarang.
Menurutnya, Puskopti Jawa Tengah juga terus berkoodinasi dengan Gakoptindo di Jakarta untuk terus mewujudkan harga kedelai yang terjangkau sehingga tidak mengganggu produsen atau perajin tahu tempe dalam produksinya.
“Bersama sama kita dukung setiap kebijakan dan program dari pemerintah baik menyangkut para pengrajin tahu dan tempe maupun program lainnya. Selain itu juga selalu menjaga dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Jawa Tengah,” imbuhnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, Puskopti Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dengan Gakoptindo di Jakarta.Untuk itu ia berharap para produsen dan perajin tahu tempe tetap tenang dan tidak perlu khawatir dengan ketersediaan kedelai.(tya)
Comments are closed.