METROJATENG.COM, BOYOLALI- Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) menyosialisasikan penggunaan aplikasi KALOKA (Kearifan dan Literasi Lokal Desa) kepada perangkat Desa Sobokerto, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting sebelum aplikasi diserahkan untuk dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Sobokerto.
KALOKA dikembangkan sebagai wadah digital untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Sobokerto. Melalui website tersebut, informasi mengenai kearifan lokal, UMKM, wisata, serta potensi desa lainnya dapat dikelola dan disebarluaskan sehingga lebih mudah dikenal masyarakat maupun pihak dari luar desa.
Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip menjelaskan, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa mengenai cara mengoperasikan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi. Penjelasan diberikan secara bertahap dan disertai praktik langsung agar perangkat desa dapat memahami proses pengelolaan informasi di dalam KALOKA.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, perangkat desa dapat lebih memahami cara menggunakan KALOKA. Kami juga menyiapkan modul panduan supaya nantinya dapat menjadi pegangan dalam menggunakan dan memperbarui informasi di dalam aplikasi,” kata Kafka Nafisya Rafa Rahmadani, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program kerja tersebut.
Untuk mendukung keberlanjutan penggunaan aplikasi, mahasiswa KKN-T IDBU-07 juga menyusun Modul Panduan Penggunaan KALOKA bagi pengelola. Modul tersebut memuat langkah-langkah penggunaan berbagai fitur dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi gambar tampilan aplikasi.
Selain modul panduan, mahasiswa juga menyiapkan materi presentasi yang digunakan selama kegiatan sosialisasi. Materi tersebut disusun agar penyampaian informasi mengenai penggunaan KALOKA dapat berlangsung lebih terarah dan mudah dipahami oleh perangkat desa.
Perangkat Desa Sobokerto, Surahmin, menyambut positif pengembangan dan sosialisasi aplikasi tersebut. “Terima kasih kepada teman-teman KKN yang sudah membuat dan mengenalkan KALOKA kepada kami. Semoga KALOKA ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi Desa Sobokerto, terutama untuk mengenalkan berbagai potensi yang ada di desa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap KALOKA tidak hanya menjadi bagian dari program kerja selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pengenalan potensi Desa Sobokerto. Dengan dukungan sosialisasi, materi presentasi, dan modul panduan, perangkat desa diharapkan mampu mengelola serta memperbarui informasi mengenai kearifan lokal, UMKM, wisata, dan potensi lainnya secara berkelanjutan.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.