Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tanggul Jebol di Gubug, PLN Gerak Cepat Amankan Listrik dan Percepat Pemulihan

METROJATENG.COM, SEMARANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Senin (16/2) sekitar pukul 14.00 WIB menyebabkan tanggul jebol dan memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk Desa Tinanding.

Peristiwa ini berdampak pada infrastruktur kelistrikan akibat genangan air serta beberapa tiang listrik yang mengalami kerusakan dan kemiringan.

Merespons kondisi tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan sistem kelistrikan guna mencegah potensi bahaya bagi masyarakat. Pada tahap awal, tercatat 335 pelanggan terdampak. Namun seiring meningkatnya debit air pasca jebolnya tanggul, jumlah pelanggan terdampak bertambah menjadi 2.412 pelanggan yang tersebar pada 36 trafo dan 2 penyulang.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan publik, PLN melakukan penghentian sementara aliran listrik di wilayah terdampak hingga kondisi dinyatakan aman. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko korsleting maupun bahaya kelistrikan lainnya di tengah genangan banjir.

Hingga Selasa (17/2) pukul 09.00 WIB, upaya pemulihan menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 1.742 pelanggan atau 72% dari total pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik. Sementara 536 pelanggan lainnya masih dalam proses penormalan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan petugas dan masyarakat.

Amankan kelistrikan – DI tengah banjir akjbat tanggul jebol yang melanda wilayah Grobboan, Purwidadi , petugas PLN tanpa kenal lelah berupaya mengamankan kelistrikan dan keselamatan warga dari bahaya arus listrik. (ist/redmetrojateng)

 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami memastikan seluruh instalasi dalam kondisi aman sebelum listrik dinyalakan kembali. Tim kami siaga penuh di lapangan untuk mempercepat pemulihan begitu situasi memungkinkan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pemulihan jaringan, PLN juga memastikan ketersediaan listrik di titik-titik pengungsian agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam penanganan dampak banjir dan pemulihan kelistrikan secara bertahap. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mendekati instalasi listrik yang terdampak banjir.

“Apabila menemukan potensi bahaya kelistrikan, masyarakat dapat segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. Kewaspadaan bersama sangat diperlukan mengingat potensi hujan ekstrem masih dapat terjadi dan berisiko menimbulkan banjir susulan,” katanya. (*)

Comments are closed.