Irigasi Baru Dongkrak Produksi Padi di Pekalongan, Petani Kini Panen Tiga Kali Setahun
METROJATENG.COM, PEKALONGAN – Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mulai menunjukkan hasil nyata. Di berbagai daerah, terutama sentra pertanian, petani kini merasakan kemudahan memperoleh air serta peningkatan hasil panen yang signifikan.
Salah satu buktinya terlihat di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Setelah menerima bantuan pembangunan irigasi tersier dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, para petani di wilayah ini tidak lagi menghadapi krisis air saat musim tanam.
Eko Supriyadi, pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Krandon, menuturkan bahwa sebelum adanya pembangunan jaringan irigasi, aliran air hanya menjangkau sekitar 20 hektare sawah. Kini, jangkauannya meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 40 hektare.
“Dampaknya sangat besar. Air kini lancar hingga ke desa tetangga. Petani tidak lagi berebut air seperti dulu,” kata Eko.
Sedikitnya 60 petani di Desa Krandon kini mengandalkan saluran irigasi baru tersebut untuk mengairi sawah mereka. Dengan ketersediaan air yang stabil, mereka bisa memperpanjang masa tanam dan meningkatkan kualitas hasil panen.
Petani setempat, Rustayin, juga merasakan perubahan signifikan. Jika sebelumnya hanya bisa menanam dua kali dalam setahun, kini ia bisa panen hingga tiga kali. Produktivitas pun meningkat dari enam ton menjadi lebih dari tujuh ton per hektare.
“Sekarang panen lebih sering dan hasilnya lebih banyak. Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini,” kata Rustayin dengan wajah sumringah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa program irigasi ini merupakan bagian dari visi Gubernur Ahmad Luthfi menjadikan Jawa Tengah sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.
“Pada tahun 2025, kami sudah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi di sembilan kabupaten, dan akan ditambah lagi di 22 kabupaten/kota. Totalnya, ada sekitar 180 kelompok tani yang menerima manfaat langsung,” jelas Fransisco.
Selain pembangunan jaringan irigasi tersier, pemerintah juga menyalurkan bantuan irigasi perpompaan kepada 15 kelompok tani, serta mengembangkan program petani zilenial untuk mendorong regenerasi dan inovasi di sektor pertanian modern.
“Upaya ini agar lahan pertanian memiliki ketersediaan air maksimal dan petani bisa lebih produktif,” lanjutnya.
Berkat dukungan berbagai program tersebut, Jawa Tengah kini mencatat produksi gabah kering mencapai lebih dari 11,3 juta ton, melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama pemerintah dan petani membawa hasil nyata bagi ketahanan pangan,” tegas Fransisco.
Comments are closed.