Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Irwan Hidayat: Karyawan Bahagia Jadi Sumber Semangat Meningkatkan Produktivitas

Kemnaker Gelar Kick Off P3N 2025

METROJATENG.COM, SEMARANG – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan, peningkatan produktivitas nasional harus dimulai dari manusia yang bahagia. Menurutnya, kebahagiaan karyawan menjadi fondasi utama tumbuhnya semangat, kreativitas, dan tanggung jawab di tempat kerja.

“Karyawan bahagia akan bekerja dengan hati. Kalau mereka mencintai pekerjaannya, produktivitas akan tumbuh dengan sendirinya. Tidak perlu pengawasan ketat, mereka akan berjalan dengan kesadaran,” ujar Irwan dalam Dialog Interaktif “Peran Produktivitas dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, bagian dari Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025, di kawasan wisata agro Sido Muncul, Senin (10/11/2015)

Irwan menuturkan, di Sido Muncul budaya produktivitas dibangun lewat pendekatan kemanusiaan. Perusahaan tidak hanya fokus pada efisiensi dan hasil, tetapi juga keseimbangan antara pekerjaan dan kebahagiaan.

“Kami mengadakan kegiatan olahraga, seni, lomba menyanyi, dan berbagai aktivitas agar karyawan bisa menyalurkan bakatnya. Kalau suasana kerja sehat dan menyenangkan, hasilnya akan mengikuti,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, semangat produktivitas harus dibangun seperti semangat perjuangan 10 November 1945 dengan penuh keyakinan dan gotong royong.

“Tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Dengan semangat dan keikhlasan, bangsa ini pasti bisa maju,” ujar Irwan.

Produktivitas Suatu  Keharusan

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menegaskan,  produktivitas merupakan strategi utama untuk memperkuat daya saing nasional dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Produktivitas bukan lagi pertanyaan, tetapi keharusan. Ini adalah cara strategis untuk meningkatkan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Menaker.

Menurut Yassierli, peningkatan produktivitas perlu dilakukan melalui pendekatan 4P yakni People, Process, Product, dan Policy. Empat elemen ini, katanya, menjadi kunci bagi perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan global dan teknologi baru.

“Produktivitas tidak hanya bicara hasil, tapi juga proses yang terus diperbaiki. Intervensi pada empat aspek itu akan memastikan tenaga kerja dan industri kita tetap relevan dan unggul,” ujarnya.

DIALOG INTERAKTIF – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk DR (HC) Irwan Hidayat bersama Andy F Noya Tengah dalam Dialog Interaktif “Peran Produktivitas dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, dalam acara Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025, di kawasan wisata agro Sido Muncul, Senin (10/11/2015). (redmetrojateng)

 

Menaker juga menyampaikan,  tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia masih sekitar 10 persen di bawah rata-rata negara ASEAN, sehingga perlu dorongan sistemik dan kolaboratif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan membangun ekosistem produktivitas melalui berbagai inisiatif, antara lain penguatan kerja sama internasional dengan Asian Productivity Organization (APO), pembentukan klinik produktivitas di perguruan tinggi dan balai latihan kerja, serta pelatihan spesialis dan ahli produktivitas.

“Tahun ini, kami telah melatih 200 orang produktivitas spesialis dan 500 ahli produktivitas. Tahun depan, intervensi akan langsung dilakukan di perusahaan-perusahaan,” jelas Yassierli.

Kemnaker juga tengah mempersiapkan pembaruan kurikulum dan sertifikasi kompetensi produktivitas agar sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Karakter dan Mentalitas

Tokoh publik Andy F. Noya, yang turut hadir dalam dialog tersebut, menekankan pentingnya pendidikan karakter dan mentalitas produkti

f dalam dunia kerja.

“Produktivitas itu bukan sekadar angka, tapi soal sikap. Banyak orang sibuk mengkritik orang lain, padahal yang perlu dibenahi adalah bagaimana kita bekerja dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Menurut Andy, membangun budaya produktif berarti menanamkan nilai tanggung jawab, etika kerja, dan semangat belajar tanpa henti, mulai dari ruang kelas hingga ruang kerja.

Kegiatan Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.(*)

Comments are closed.