Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Trans Semarang Uji Coba Bus Listrik, Warga Bisa Menumpang Gratis

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kota Semarang mulai melangkah menuju era transportasi hijau. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang resmi memulai uji coba operasional Bus Listrik Trans Semarang, sekaligus  menandai langkah awal menuju sistem transportasi publik ramah lingkungan di ibu kota Jawa Tengah.

Dua unit bus listrik, masing-masing satu berukuran besar dan satu sedang, mulai diuji di rute Terminal Mangkang–Simpang Lima pulang pergi (PP). Selama masa uji coba ini, masyarakat bisa menikmati layanan tersebut secara gratis.

Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari program “koridor hijau” Trans Semarang yang menargetkan penggunaan kendaraan listrik secara penuh dalam waktu dekat.

“Kami sedang melakukan transisi menuju transportasi rendah emisi. Uji coba ini untuk menilai performa dan daya tahan bus listrik di medan Kota Semarang yang naik-turun,” ujar Danang.

Bus besar akan difokuskan melayani Koridor 1, yaitu rute Terminal Mangkang–Pemuda–Simpang Lima–Terminal Penggaron. Sementara bus berukuran sedang akan diuji pada jalur lain yang dinilai lebih sesuai untuk kendaraan listrik.

Tidak Membeli, Tapi “Beli Layanan”

Menariknya, Pemkot Semarang tidak akan membeli bus listrik secara langsung. Pengadaan dilakukan lewat sistem lelang beli layanan, di mana konsorsium atau penyedia jasa yang lolos seleksi akan mengoperasikan bus di koridor tertentu.

“Skema ini membuat pengelolaan lebih efisien karena fokus pada pelayanan, bukan sekadar kepemilikan armada,” tambah Danang.

Bus listrik buatan Surabaya ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 250 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Untuk efisiensi waktu, tersedia dua titik fast charging di Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron. Proses pengisian hanya memerlukan sekitar 30 menit, cukup untuk melayani delapan perjalanan pulang-pergi setiap hari.

Kapasitas bus besar mencapai 72 penumpang, sedangkan bus sedang dapat menampung sekitar 40 orang. Desain interiornya pun dibuat lebih modern dan ramah penyandang disabilitas, dengan kursi menghadap ke depan dan akses rendah tanpa harus naik ke halte tinggi.

Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyebut program bus listrik ini merupakan hasil kajian panjang tentang kebutuhan transportasi perkotaan yang efisien dan bersih.

“Kami ingin menghapus citra bus yang mogok atau berasap tebal. Bus listrik lebih senyap, nyaman, dan bebas polusi,” kata Haris.

Uji coba ini akan berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan. Jika berjalan lancar, pengoperasian penuh direncanakan mulai tahun depan.

Comments are closed.