Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kemenpar dan Pemerintah Swiss Kembangkan SDM Pariwisata Lewat Program Pembelajaran Dosen Poltekpar

METROJATENG.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, serta Schweizerische Hotelfachschule Luzern (SHL) untuk memperkuat kapasitas tenaga pengajar di lingkungan Politeknik Pariwisata. Kolaborasi ini diwujudkan lewat program Adult Learning Program for Tourism Polytechnics, yang dirancang khusus untuk meningkatkan mutu pembelajaran vokasi pariwisata di Indonesia.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Martini Paham, mengatakan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional antara Indonesia dan Swiss di bidang pendidikan vokasi.

“Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan SDM pengajar di Politeknik Pariwisata, agar mereka semakin adaptif dan inovatif dalam mengajar,” ujar Martini.

Sebanyak 26 dosen dari enam Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kemenparekraf serta satu politeknik mitra, yaitu Politeknik Batam, mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari Poltekpar NHI Bandung (2 peserta), Poltekpar Bali (4 peserta), Poltekpar Makassar (5 peserta), Poltekpar Medan (4 peserta), Poltekpar Lombok (4 peserta), Poltekpar Palembang (4 peserta), dan Politeknik Batam (3 peserta).

Melalui program ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip adult learning, strategi pembelajaran berpusat pada peserta didik, hingga penerapan metode pengajaran yang kreatif dan reflektif. Fasilitator menggabungkan pendekatan teori dan praktik, di mana para peserta berdiskusi, berimprovisasi, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok sebelum mendapatkan umpan balik langsung.

Martini menjelaskan, kegiatan ini juga mengasah kemampuan dosen dalam merancang pembelajaran yang efektif, mulai dari penyusunan lesson plan, perencanaan evaluasi, hingga pemanfaatan metode sesuai gaya belajar peserta,  baik Doer, Discoverer, Thinker, maupun Decider.

“Kami ingin para pendidik di Politeknik Pariwisata mampu menghadirkan proses belajar yang kreatif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berubah,” imbuhnya.

Pelatihan ini dinilai berhasil memberikan pemahaman menyeluruh, pengalaman praktis, serta keterampilan pedagogis yang relevan bagi para dosen dalam menerapkan prinsip pembelajaran orang dewasa di dunia pendidikan vokasi pariwisata.

Comments are closed.