Macet Jakarta Kian Parah, Hanya 22 Persen Warga Mau Naik Transportasi Umum
METROJATENG.COM, JAKARTA – Kemacetan Jakarta seolah tak pernah punya ujung. Meski berbagai moda transportasi modern sudah dihadirkan, mulai dari MRT, LRT, hingga integrasi TransJakarta dengan angkot dan KRL, nyatanya baru sekitar 22,19 persen warga Ibu Kota yang memilih naik angkutan umum.
Angka itu membuat Senator asal DKI Jakarta, Achmad Azran, angkat bicara. Menurutnya, rendahnya minat warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik bukan sekadar soal ketersediaan moda, melainkan juga menyangkut kenyamanan, keamanan, dan efisiensi.
“Pengguna kendaraan pribadi terbiasa dengan kenyamanan. Kalau naik angkutan umum dan merasa kenyamanan itu hilang, mereka pasti enggan beralih. Inilah pekerjaan rumah terbesar yang harus dibenahi,” kata Azran.
Politikus yang akrab disapa Bang Azran itu menambahkan, faktor keamanan tak kalah penting. “Orang tidak hanya ingin cepat sampai, tapi juga merasa aman sepanjang perjalanan. Kalau dua hal ini tidak bisa dijamin, sulit berharap masyarakat mau meninggalkan mobil atau motor pribadi,” tegasnya.
Meski begitu, Azran mengakui Pemprov DKI sudah berupaya menghadirkan layanan yang lebih baik, terutama lewat sistem transportasi terintegrasi. Namun, ia menilai langkah itu harus terus ditingkatkan secara konsisten agar masyarakat percaya bahwa transportasi publik memang bisa diandalkan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga menyoroti rendahnya penggunaan transportasi umum. Dari sekitar 20,2 juta perjalanan harian di Jakarta, hanya satu dari lima orang yang naik angkutan umum. Sementara itu, pertumbuhan kendaraan pribadi terus melonjak 2,7 persen per tahun, jauh melampaui penambahan ruas jalan yang hanya 0,01 persen.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, Jakarta bisa benar-benar lumpuh oleh macet,” kata Rano.
Dengan jumlah kendaraan yang kian menyesaki jalan, para ahli transportasi menilai masa depan Jakarta sangat bergantung pada keberanian pemerintah dalam memperluas layanan publik sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.
Comments are closed.