Pompa Hydran TMMD Ubah Nasib Petani Sroyo, Dari Tadah Hujan Jadi Panen Sepanjang Musim
METROJATENG.COM, TEMANGGUNG – Desa Sroyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung kini punya harapan baru. Setelah bertahun-tahun bergantung pada curah hujan, petani di desa ini akhirnya bisa mengolah lahannya sepanjang tahun berkat pompa hydran yang dipasang melalui program TNI Manunggal Air, bagian dari TMMD Reguler ke-125 Tahun 2025.
Pompa sederhana ini bukan sekadar alat penyedot air. Ia menjadi simbol perubahan yang mengalirkan harapan ke lahan-lahan kering yang dulu retak karena kemarau.
“Ini bentuk nyata perhatian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pertanian,” kata Komandan Satgas TMMD Reguler 125 Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf. Hermawan Adi Nugroho.
Menurut Dandim, program TMMD kini tak lagi hanya fokus pada pembangunan jalan dan rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH). Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas, termasuk lewat penyediaan akses air untuk pertanian.
Pompa hydran yang kini terpasang di Lingkungan Sroyo mampu mengairi hingga 10 hektar lahan. Teknologi ini memungkinkan petani menanam sayuran atau hortikultura meski di musim kemarau.
“Dulu kalau kemarau, sawah kami seperti tanah pecah. Sekarang, alhamdulillah, bisa tetap menanam dan panen,” ungkap anggota Kelompok Tani Maju Rukun Sroyo, Purwanto.
Program ini tidak hanya menyentuh kebutuhan teknis, tetapi juga sosial. Warga bersama TNI mengerjakan pembangunan secara gotong royong, memperkuat ikatan dan semangat swadaya.
“TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga penyuntikan semangat bagi masyarakat,” tambah Bintara Tinggi Perlawanan Wilayah Kodim Temanggung, Peltu Teguh.
Pompa hydran ini bekerja memanfaatkan gravitasi, tanpa perlu energi tambahan yang mahal. Air yang mengalir kini bukan cuma menyuburkan sawah, tetapi juga harapan akan masa depan pertanian desa yang mandiri dan sejahtera.
Comments are closed.