Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

KAI Daop 5 Purwokerto Salurkan Bantuan Ratusan Juta Rupiah, Ajak Warga Jaga Keselamatan Rel

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 (Daop 5) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang semester I tahun 2025, total bantuan sosial yang digelontorkan mencapai Rp183,8 juta.

Tak hanya soal rel dan kereta, KAI juga peduli pada lingkungan, tempat ibadah, hingga kehidupan sosial masyarakat sekitar wilayah operasionalnya.

“Program TJSL ini menjadi wujud nyata bahwa KAI hadir bukan hanya sebagai penyedia transportasi, tetapi juga mitra pembangunan sosial masyarakat,” kata Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro.

Penyaluran dana TJSL terbagi dalam dua triwulan. Pada Triwulan I (TW 1), KAI mengalokasikan dana sebesar Rp128,9 juta. Fokus utamanya adalah:

  • Pelestarian lingkungan melalui Gerakan Satu Juta Pohon di area stasiun untuk menciptakan suasana hijau dan sejuk.

  • Bantuan sosial bagi warga Kelurahan Kober, termasuk porter dan petugas kebersihan yang bekerja di Stasiun Purwokerto.

  • Renovasi sarana ibadah di sekitar stasiun sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan spiritual masyarakat.

Sementara itu, pada Triwulan II (TW 2), dana sebesar Rp54,9 juta difokuskan untuk peningkatan fasilitas keagamaan. Bantuan diberikan untuk:

  • Renovasi Mushola Nurul Jannah, tempat ibadah bagi masyarakat dan pengguna kereta api.

  • Pembangunan fasilitas Masjid Sirandu (Mustofa Al Hamadi) sebagai bentuk dukungan terhadap kehidupan religius masyarakat sekitar jalur KA.

Tak sekadar memberi bantuan, KAI Daop 5 juga mengajak masyarakat ikut menjaga keselamatan dan fasilitas kereta api. Kesadaran bersama dinilai penting dalam menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api, mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang, dan ikut menjaga kebersihan fasilitas umum di stasiun maupun dalam kereta,” ujar Krisbiyantoro.

Menurutnya, keterlibatan publik adalah kunci keberhasilan sistem transportasi massal yang aman dan membanggakan.

Program TJSL KAI Daop 5 tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, berbagai kegiatan sosial akan terus digelar sebagai bagian dari sinergi jangka panjang antara KAI dan masyarakat.

Dengan langkah ini, KAI berharap kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi favorit, tapi juga simbol kemajuan yang membawa manfaat langsung bagi warga di sepanjang lintasannya.

Comments are closed.