METROJATENG.COM, JAKARTA – Mimpi melanjutkan pendidikan tinggi tak lagi sekadar angan bagi ribuan pelajar dari keluarga kurang mampu. Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru, saat Kementerian Agama RI bersinergi dengan BAZNAS dan puluhan Lembaga Amil Zakat (LAZ) meluncurkan Beasiswa Zakat Indonesia (B-Zakat), program kolaboratif pertama di Indonesia yang memanfaatkan potensi zakat sebagai jembatan menuju pendidikan sarjana.
Pada tahap perdana, B-Zakat menyiapkan 183 kuota beasiswa penuh untuk jenjang S1 di 21 perguruan tinggi ternama, baik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti Universitas Indonesia, UGM, ITB, hingga IPB. Kuota ini masih berpotensi bertambah seiring besarnya antusiasme dan dukungan para mitra zakat.
Program ini disambut hangat oleh generasi muda. Sebanyak 1.357 pendaftar mengikuti seleksi administrasi, dan 507 peserta berhasil lolos ke tahap wawancara daring yang akan digelar pada 28–31 Juli 2025. Tahapan wawancara ini akan menentukan siapa saja yang berhak menjadi bagian dari angkatan pertama penerima beasiswa zakat skema penuh ini.
“Kami tidak hanya ingin membantu secara finansial, tapi mencetak generasi intelektual yang tangguh, berintegritas, dan membawa semangat perubahan,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghofur.
Menurut Waryono, selama ini program beasiswa yang digagas LAZ cenderung bersifat parsial, seperti hanya membantu tugas akhir atau memberikan dana dari semester tertentu. Lewat B-Zakat, pendekatan baru dilakukan, dimana beasiswa disalurkan mulai dari semester pertama hingga lulus, mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, hingga tunjangan penunjang studi.
Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menandai perubahan paradigma pemanfaatan zakat dari bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif. Program ini dirancang untuk mendukung RPJMN dan target SDGs, khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.
“Ini lebih dari sekadar beasiswa. Ini adalah bentuk nyata zakat sebagai kekuatan sosial yang transformatif,” tegas Waryono.
Kementerian Agama juga menggandeng Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) dalam proses seleksi. Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menekankan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Para awardee akan disebar di 21 kampus mitra, mulai dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.
Berikut beberapa perguruan tinggi mitra B-Zakat 2025:
-
PTKIN: UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Malang, UIN Yogyakarta, UIN Semarang, UIN Surabaya, UIN Makassar, UIN Purwokerto, UIN Palembang, UIN Padang.
-
PTN: UI, UGM, ITB, IPB, UNDIP, UNHAS, UNPAD, UB, UPI, UNAIR, ITS.
Dengan semangat gotong royong zakat dan sinergi lembaga, B-Zakat bukan hanya membuka pintu kuliah, tapi juga menyalakan harapan baru: mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan siap mengubah masa depan komunitasnya.
Comments are closed.