Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Transformasi Pertanian Banyumas Dimulai, Tiga Mesin Combine Harvester Siap Beroperasi

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Kabar gembira datang untuk para petani di Banyumas. Guna mendukung percepatan panen dan efisiensi biaya produksi, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan tiga unit mesin panen modern combine harvester kepada Kabupaten Banyumas. Bantuan ini disambut antusias oleh para petani karena dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya tenaga kerja.

Mesin combine harvester yang memiliki kapasitas panen hingga 0,51 hektare per jam ini diuji coba langsung di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kamis (17/7/2025). Sekitar 25 petani yang hadir tampak antusias mengikuti pelatihan operator alsintan yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Banyumas.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinpertan KP Banyumas, Imam Pamungkas, menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan untuk mempercepat proses panen di lapangan, sejalan dengan target nasional produksi beras yang mencapai 10 juta ton. Banyumas sendiri ditargetkan memproduksi 375.500 ton gabah kering hingga akhir 2025, dan hingga pertengahan tahun ini sudah tercapai lebih dari 50%.

“Kita optimistis target dapat tercapai. Dengan hadirnya mesin combine harvester, petani bisa panen lebih cepat dan efisien,” ungkap Imam.

Caption Foto : Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinpertan KP Banyumas, Imam Pamungkas. (Foto : Hermiana).

Sistem Pengelolaan Kolaboratif, Tanpa Retribusi

Menariknya, bantuan mesin ini diserahkan kepada Pemkab Banyumas dan dikelola melalui skema pinjam pakai bersama Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Tidak ada retribusi yang dikenakan kepada petani. Namun, biaya perawatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pengelola ketiga.

Agar pengelolaan lebih efektif, Dinpertan KP membagi wilayah Banyumas menjadi tiga zona:

  • Banyumas Barat di bawah koordinasi UPJA Mugi Berkah, mencakup wilayah seperti Gumelar, Wangon, dan Jatilawang.

  • Banyumas Tengah di bawah koordinasi Gapoktan Sumber Makmur, mencakup Patikraja, Banyumas, dan Sumpiuh.

  • Banyumas Timur di bawah koordinasi UPJA Tani Jawa, mencakup Sokaraja, Kembaran, hingga Kota Purwokerto.

Manajer UPJA Tani Jaya, Junaedi, menegaskan bahwa meski wilayah telah dibagi, praktik di lapangan tetap menjunjung tinggi prinsip kolaborasi dan saling bantu antar-UPJA dan gapoktan.

“Kalau ada mesin yang terkendala, seperti terperosok di sawah, kami saling bantu antar wilayah. Tidak kaku, yang penting panen lancar,” jelasnya.

Caption Foto : Petani di Banyumas antusias mengikuti uji coba dan pelatihan operator alsintan mesin combine harvester dilaksanakan di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja pada, Kamis (17/7/2025). (Foto : Hermiana).

Petani Merasakan Manfaat Langsung

Bagi petani seperti Dasman, kehadiran mesin combine harvester benar-benar membawa perubahan besar dalam proses panen. Ia mengaku panen jadi jauh lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

“Mesinnya luar biasa. Dulu kami arit dulu, baru dirontokkan. Sekarang satu mesin langsung panen dan rontokkan padi. Kami tinggal kumpulkan gabahnya saja,” ungkap petani dari Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen ini dengan penuh semangat.

Program bantuan mesin combine harvester ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian. Bagi Kabupaten Banyumas, langkah ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bentuk dukungan nyata kepada petani lokal untuk lebih mandiri dan produktif. Dengan kolaborasi pemerintah, pengelola jasa alsintan, dan petani, masa depan pertanian di Banyumas tampak semakin cerah, dengan panen yang semakin cepat dan efisien.

Comments are closed.