Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Layanan Kesehatan Haji 2025 Sukses Turunkan Angka Kematian Jemaah

METROJATENG.COM, JAKARTA – Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia menunjukkan capaian positif selama musim haji 1446H/2025M. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja Madinah mencatat keberhasilan dalam menekan angka kematian jemaah, meski pneumonia masih menjadi salah satu penyakit yang dominan.

Sepanjang operasional KKHI, tercatat sebanyak 241 jemaah menjalani perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Penyakit yang paling sering ditangani mencakup pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.

Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, menyampaikan bahwa kerja keras seluruh tim kesehatan turut berkontribusi pada penurunan angka kematian jemaah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hingga 10 Juli 2025 pukul 16.00 WAS, tercatat 446 jemaah wafat, lebih rendah dibanding tahun 2024 yang mencapai 461 orang,” ujar dr. Imran berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes).

Dalam periode 70 hari masa operasional haji, sebanyak 1.710 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Selain pneumonia dan diabetes melitus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) juga menjadi keluhan utama.

Sementara itu, di sektor kefarmasian, layanan mencatat 12.396 penyaluran obat, dengan kombinasi tablet flu dan batuk menjadi obat yang paling sering diberikan kepada jemaah.

Meski layanan resmi telah dihentikan, dr. Imran menegaskan bahwa tim kesehatan akan tetap melakukan kunjungan (visitasi) terhadap 43 pasien jemaah yang masih dirawat di RSAS hingga kepulangan tim kesehatan ke tanah air.

Kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga terus dibangun. Rencananya, pihak Kemenkes Saudi akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada Agustus 2025 untuk meninjau persiapan layanan kesehatan haji tahun 2026.

“Kami akan sampaikan evaluasi dan catatan layanan tahun ini sebagai bahan penyempurnaan kebijakan tahun depan,” kata dr. Imran.

Sebagai penutup, ia mengingatkan seluruh petugas kesehatan untuk selalu menjaga niat dan integritas dalam melayani para tamu Allah SWT. “Kalau dalam tugas merasa belum maksimal, jangan lupa banyak beristighfar. Kita diberi amanah besar, dan itu harus disyukuri,” pesannya.

Comments are closed.