Rupiah Borobudur Playon 2025 Targetkan 4000 Pelari
Perkuat Cinta dan Bangga Rupiah Serta Tingkatkan Kunjungan Wisata
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng (KPwBI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar event lari Rupiah Borobudur Playon 2025.
Event ini mengusung tema “Lari Untuk Berbagi” akan berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada 27 Juli 2025 mendatang dengan target peserta 4.000 orang.
Kepala BI Jateng, Rahmat Dwisaputra mengatakan, Rupiah Borobudur Playon 2025 menjadi momentum untuk memperkuat cinta dan bangga Rupiah, sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Jateng dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Rupiah Borobudur Playon difokuskan sebagai event sport yang turut mendukung edukasi masyarakat tentang Cinta Bangga dan Paham Rupiah, baik rupiah secara tunai maupun non tunai.
“Pada kegiatan ini , kami senantiasa melakukan edukasi sistem pembayaran digital, kampanye Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dan juga promosi wisata tematik sejarah Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya saat launching event RBP, Minggu 15 Juni 2025.
Ia mengatakan, Rupiah Borobudur Playon 2025 akan ada dua kategori yakni 5K dengan biaya pendaftaran Rp 175.000, dan 10K senilai Rp 225.000. Kuota pendaftaran ditarget 4000 peserta. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun lalu yang mencapai 3.000 peserta.
Ditambahkan Rahmat, dalam kegiatan ini BI Jateng berkilaborasi dengan Pemprov Jateng dan hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk masyarakat sekitar.
“Uang hasil pendaftaran yang terkumpul akan kita donasikan ke masyarakat sekitar sesuai kebutuhan apakah untuk fasilitas kesehatan, pendidikan dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno mengatakan, event lari Rupiah Borobudur Playon menjadi ajang unggulan memikat wisatawan berkunjung ke Jawa Tengah dan merupakan bagian dari pengembangan Sport Tourism. Diharapkan RBP ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Rupiah Borobudur Playon 2025 sebagai sarana mensosialiasai gemar olahraga dan cinta, bangga dan paham Rupiah, serta upaya meningkatkan kunjungan ke wisata di Jateng, seperti Candi Borobudur ini,” pungkasnya.
Selain itu Sumarno juga berharap kegiatan ini dapat secara rutin dilakukan setiap tahunnya, bahkan untuk daerah-daerah lain yang memiliki potensi wisata, seperti di Geopark Kebumen, seperti dipantai Menganti. Di pantai tersebut bisa diadakan festival layang-layang dan lari marathon 5km dan 10 Km.
“Kami berharap dengan kegiatan ini akan menambah semangat masyarakat berolahraga, sekaligus mencintai rupiah dan memperkenalkan destinasi wisata ke masyarakat luas yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat” tutup Sumarno. (*)
Comments are closed.