Banjir Rob Landa Demak, Pemprov Jateng Beri Layanan Dokter Spesialis Gratis hingga Bantuan Sembako
METROJATENG.COM, DEMAK – Pemprov Jawa Tengah membuka layanan kesehatan gratis dari dokter spesialis untuk warga Kabupaten Demak yang terdampak rob. Tak hanya itu, bantuan kebutuhan pokok juga diberikan sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah.
Pemprov Jateng mengerahkan tim dokter spesialis melalui program Spesialis Keliling (Speling). Kegiatan kemanusiaan ini menyambangi Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, dan akan dilanjutkan ke Desa Sriwulan dan Sayung, Kecamatan Sayung.
“Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak rob tidak hanya selamat dari banjir, tetapi juga sehat dan terlayani. Speling ini akan terus berjalan beberapa hari ke depan di desa-desa terdampak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar.
Dalam Program Speling ini, warga mendapat layanan dari spesialis kandungan, penyakit dalam, kulit, jiwa, hingga anak dari RSJD Dr Amino Gondohutomo dan RSUD Sunan Kalijaga. Pelayanan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran warga terhadap potensi penyakit pascabanjir.
“Ini bentuk negara hadir. Bukan hanya soal mengendalikan air, tapi juga menjamin kesehatan warganya,” tambah Yunita.
Sejak diluncurkan pada 3 Maret 2025 oleh Gubernur Jateng, program Speling telah berkembang pesat. Kini hadir di 1.278 desa, dengan dukungan 361 rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, serta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota.
Lebih dari sekadar pengobatan, program ini ditujukan untuk menekan angka kematian ibu, mempercepat penanganan stunting, deteksi dini kanker serviks, pengobatan TBC, hingga layanan kesehatan jiwa. “Speling adalah wujud nyata dari semboyan ‘Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah’,” tegas Yunita.
Bantuan Pangan
Selain layanan medis, perhatian juga datang dari Dinas Ketahanan Pangan Jateng yang membagikan beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD). Sebanyak satu ton beras dibagikan untuk masing-masing lima desa terdampak: Desa Ploso, Sukodono, Krajanbogo, Tridonorejo, dan Kalisari. Masing-masing kepala keluarga menerima lima kilogram beras.
“Kami telah menyalurkan bantuan ke delapan desa sebelumnya, dan masih ada sembilan desa lagi yang akan kami bantu dua hari ke depan,” ungkap Kepala Dishanpan Jateng, Dyah Lukisari.
Tak ketinggalan, Dinas Sosial Jateng pun bergerak cepat. Mereka menyalurkan bantuan senilai Rp45 juta lebih dalam bentuk makanan siap saji, kasur, perlengkapan anak, hingga family kit.
“Selain distribusi bantuan, kami juga melakukan asesmen dan memberikan dukungan psikososial untuk warga yang terdampak secara mental akibat bencana ini,” terang Wahyu Gunadi Saputro, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinsos Jateng.
Comments are closed.