Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Borobudur Jadi Magnet Wisata Spiritual, Umat Buddha Nikmati Ibadah yang Lebih Sakral

METROJATENG.COM, MAGELANG – Candi Borobudur kembali menunjukkan pesonanya, bukan sekadar sebagai situs warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat wisata spiritual bagi umat Buddha. Sekitar 150 umat Buddha dari berbagai organisasi dan institusi pendidikan agama Buddha berkumpul dalam kegiatan uji coba wisata spiritual (Dharmayatra) bertajuk “Cultural Spiritual Inclusive, yang diselenggarakan dengan penuh khidmat dan keteraturan.

Dalam suasana yang tenang dan sakral, para peserta menjalani prosesi ibadah mulai dari puja, penghormatan, meditasi hingga Puja Mandala, dipandu langsung oleh para bhikkhu dan banthe. Kehadiran pemuka agama dalam kegiatan ini membuat para peserta merasa lebih nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah mereka.

Bhikkhu Ditti Sampanno, yang memimpin kegiatan ini, menyampaikan bahwa Dharmayatra bukan sekadar wisata biasa. “Ini adalah perjalanan batin yang menambah keyakinan dan memperkaya pengetahuan tentang dharma,” ujarnya.

Uji coba ini juga menjadi ajang mengukur sejauh mana efektivitas pelaksanaan kegiatan spiritual di kawasan candi, termasuk pengelolaan waktu dan kapasitas pengunjung.

“Kami menargetkan 150 peserta per jam. Dari uji coba ini terlihat bahwa dalam waktu satu jam, umat bisa menjalankan serangkaian ibadah dengan baik. Namun idealnya, waktu yang lebih longgar akan membuat pengalaman spiritual menjadi lebih mendalam,” tambah Bhikkhu Ditti.

Destinasi Ziarah Internasional

Dengan lebih dari 400 juta umat Buddha di seluruh dunia, ia optimis Borobudur bisa menjadi destinasi ziarah internasional. Ia juga mengusulkan agar ke depan, umat diberi ruang dan waktu khusus untuk beribadah tanpa mengganggu wisatawan umum. “Misalnya, diberi akses pada sore hingga malam hari atau dini hari menjelang pagi,” sarannya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama, Yayasan Dharmayatra Nusantara Utama, berbagai majelis agama Buddha, perguruan tinggi, serta pelaku industri pariwisata lokal. Sinergi ini dinilai penting untuk membangun ekosistem wisata religi yang berkelanjutan.

Program uji coba ini merupakan bagian dari realisasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang dicanangkan pemerintah sejak 2022. Dalam program ini, Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon dimanfaatkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga sebagai tempat peribadatan resmi umat Buddha Indonesia dan dunia.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa Borobudur dan candi-candi sekitarnya kini dikembangkan sebagai pusat wisata religi yang berskala internasional. “Kegiatan seperti Waisak, Kathina, hingga Pabajja Samanera telah rutin digelar dan menjadi bukti nyata bahwa Candi Borobudur adalah rumah spiritual bagi umat Buddha dari seluruh dunia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesucian narasi di media sosial agar semangat toleransi dan keberagaman tetap terjaga. “Sebarkanlah konten keagamaan yang membangun dan penuh inspirasi, agar keharmonisan yang kita miliki ini terus terjaga,” tutupnya.

Comments are closed.