Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tragedi Tembok Roboh di Ponpes Gontor 5 Magelang, Seluruh Korban Sudah Dievakuasi, 4 Santri Meninggal

METROJATENG.COM, MAGELANG – Petugas operasi SAR gabungan berhasil mengevakuasi 29 korban tembok roboh di Pondok Pesantren Gontor 5, Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dalam waktu kurang dari 24 jam. Berdasarkan data, empat korban dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan 25 korban mengalami luka luka.

Kepala Unit Siaga SAR Borobudur, Basuki menjelaskan seluruh korban tembok roboh di Pondok Pesantren Gontor 5 berhasil dievakuasi seluruhnya. Total ada 29 korban, 25 diantaranya mengalami luka luka dan empat sisanya meninggal dunia.

“Saat kami tiba, masih ada sembilan santri yang terjebak di bawah reruntuhan. Kami berupaya maksimal untuk menyelamatkan mereka. Evakuasi selesai sekitar pukul 23.30 WIB, dan operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan,” jelas Basuki.

Keempat santri yang meninggal dunia telah teridentifikasi, yaitu Wildan dan Bima Arya asal Surabaya, Reyhan Hafidz asal Tangerang, serta Fadhil Hanafi asal Depok. Jenazah para korban telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing dan mendapat pendampingan dari pihak pesantren serta pemerintah setempat.

Sementara itu, 25 korban luka telah dilarikan ke RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang. Beberapa di antaranya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif.

Pihak pesantren menyatakan duka mendalam atas insiden ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kondisi bangunan serta fasilitas pesantren. Pemerintah Kabupaten Magelang juga menyampaikan belasungkawa dan menjanjikan dukungan penuh dalam pemulihan kondisi pascakejadian.

Kepolisian setempat telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tembok penampungan air tersebut. Dugaan awal mengarah pada struktur bangunan yang sudah tua dan tidak kuat menahan beban air.

Comments are closed.