Gerak Cepat TRC DPU Banyumas Menanggulangi Kerusakan Jalan di Musim Penghujan dengan Metode Efektif
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Musim penghujan selalu membawa tantangan tersendiri bagi pemeliharaan infrastruktur jalan. Salah satunya adalah kerusakan yang disebabkan oleh air hujan yang meresap ke dalam struktur jalan, mempercepat proses pengelupasan aspal. Di tengah cuaca yang tidak menentu ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), terus berusaha keras menjaga kualitas jalan-jalan di wilayah tersebut. TRC sendiri fokus pada perbaikan jalan yang berlubang yang dapat membahayakan pengendara.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Irigasi Wilayah Purwokerto, Aris Afandi ST. MT mengatakan, untuk Tahun 2025 ini, ada lima ruas jalan yang masuk dalam rencana kegiatan pengaspalan wilayah Kota Purwokerto dan Baturraden, yaitu ruas jalan Pamijen-Rempoah, ruas jalan Karangmangu-Kemutug Lor, Kemutug Kidul-Karangsalam, Kutosari-Pamijen dan ruas jalan Purwosari-Kutosari.
“Wilayah kerja kami meliputi Kota Purwokerto dan Baturraden, untuk tahun ini, di APBD induk Tahun 2025, ada lima ruas jalan yang masuk rencana pengaspalan,” terangnya, Rabu (26/2/2025).
Sebelumnya, DPU Banyumas telah melakukan survei mendalam terhadap kondisi jalan di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Survei ini mencakup penilaian kerusakan jalan serta penghitungan kebutuhan material untuk perbaikan atau penambalan. Hasil survei ini menjadi acuan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam pemeliharaan jalan di tahun ini.
Tantangan Penambalan Jalan di Musim Penghujan
Pekerjaan penambalan jalan pada musim penghujan tentu memiliki tantangan tersendiri. Salah satu tantangan terbesar adalah kondisi cuaca yang sulit diprediksi, yang seringkali menyebabkan proses pekerjaan terhambat. Hujan yang turun terus menerus menjadi musuh utama dalam perbaikan jalan karena, seperti yang dijelaskan oleh Aris, air hujan dapat masuk ke dalam pori-pori jalan yang retak dan mempercepat pengelupasan aspal.
“Pada kondisi jalan yang mulai terdapat retakan, air hujan akan masuk ke dalam pori-pori jalan dan mempercepat pengelupasan aspal. Itu sebabnya, penambalan jalan tidak bisa dilakukan saat hujan turun. Kami harus menunggu cuaca yang lebih stabil agar hasilnya optimal,” jelas Aris.
Namun, meskipun menghadapi cuaca yang tidak mendukung, TRC DPU Banyumas tetap bekerja cepat untuk meminimalkan kerusakan jalan yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Penambalan jalan yang berlubang menjadi salah satu prioritas utama mereka untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama di area dengan tingkat kepadatan kendaraan tinggi.
Untuk mengatasi masalah jalan berlubang dengan lebih efisien, TRC DPU Banyumas telah mengadopsi metode Cement Treated Base (CTB) dalam penambalan jalan. Metode ini menggunakan campuran semen, tanah, dan agregat yang memberikan kekuatan tekan yang sangat tinggi. Keunggulan dari metode CTB ini adalah daya tahan yang lebih lama, mengingat material yang digunakan cenderung lebih keras dan kaku dibandingkan dengan campuran biasa. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan pada jalan dengan beban lalu lintas yang berat.
“Metode CTB ini memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah kekuatan tekan yang tinggi, sehingga sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan yang dilalui kendaraan berat. Kami sudah banyak menerapkannya di Kota Purwokerto, seperti di Jalan Stasiun, Jalan Piere Tendean, Jalan Kober dan lainnya,” kata Aris.
Meski demikian, penambalan dengan metode CTB ini tetap memerlukan pelapisan aspal sebagai lapisan akhir agar jalan kembali halus dan aman dilalui kendaraan. Biasanya, pelapisan aspal dilakukan setelah tiga hari dari penambalan dengan CTB. Hal ini memberikan waktu yang cukup untuk proses pengerasan material dan memastikan kualitas jalan yang lebih optimal.

Peran Penting TRC dalam Pemeliharaan Jalan
Keberadaan Tim Reaksi Cepat (TRC) sangat penting dalam memastikan kondisi jalan tetap aman dan layak digunakan, terutama pada musim penghujan yang penuh tantangan ini. Dengan respons cepat terhadap kerusakan jalan yang terjadi, TRC DPU Banyumas mampu menanggulangi kerusakan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan dan bahkan kecelakaan.
Aris juga menambahkan bahwa meskipun cuaca sering menjadi kendala, TRC terus berupaya melakukan perbaikan dengan maksimal. “Kami selalu memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Meskipun cuaca seringkali tidak mendukung, kami tetap berupaya untuk memperbaiki jalan yang rusak secepat mungkin,” ungkapnya.
Dengan semangat yang tinggi, TRC DPU Banyumas terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi cuaca untuk memastikan jalan-jalan di Kabupaten Banyumas tetap terjaga kualitasnya. Ke depannya, selain penambalan jalan berlubang, perbaikan jalan dengan metode pengaspalan baru juga akan terus dilaksanakan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang semakin berkembang.
Dengan upaya yang terencana dan didukung oleh teknologi serta metode modern seperti CTB, diharapkan kondisi infrastruktur jalan di Banyumas akan terus membaik, memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Comments are closed.